Intervensi teknologi secara masif dalam dunia pembelajaran merupakan ciri utama era Education 5.0. Tingginya keterlibatan teknologi di bidang pendidikan, yang tidak diimbangi dengan keterampilan teknologi yang memadai, serta beban kerja guru sekolah dasar yang tinggi, memicu peningkatan stres kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas pelatihan dan adopsi platform berbasis web yang terintegrasi dengan modul interaktif berbasis kecerdasan buatan dan kelas daring dalam menurunkan tingkat stres kerja guru. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan analisis deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian terdiri dari guru sekolah dasar yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui survei menggunakan instrumen kuesioner stres kerja berbentuk skala Likert. Data ordinal yang diperoleh dikonversi menjadi data interval menggunakan Model Rasch, dan dianalisis melalui pemetaan person serta perhitungan N-Gain untuk mengukur efektivitas intervensi. Hasil penelitian menunjukkan nilai efektivitas sebesar 0,95 yang mengindikasikan tingkat keberhasilan tinggi dalam menurunkan stres kerja guru. Analisis Peta Person menunjukkan bahwa stres kerja paling banyak dipengaruhi oleh tugas tambahan di luar kelas. Guru perempuan berusia 45–50 tahun tercatat sebagai kelompok dengan tingkat stres kerja tertinggi. Temuan ini mengimplikasikan pentingnya dukungan teknologi yang adaptif dan pelatihan berkelanjutan dalam upaya mengelola stres kerja guru di era digital.
Copyrights © 2024