Artikel ini memaparkan bagaimana sikap toleransi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bone saat mengikuti program pertukaran mahasiswa merdeka. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana interaksi mahasiswa dari berbagai latar belakang dan bagaimana tingkat toleransi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bone selama mengikuti program pertukaran mahasiswa merdeka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan penyebaran kuesioner untuk mengumpulkan data serta mengukur beberapa aspek yaitu sikap toleransi mahasiswa, kemampuan berinteraksi serta pengalaman saat mengikuti PMM. Dengan purposive sampling sebagai metode pengambilan sampel. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bone yang terlibat dalam program pertukaran mahasiswa merdeka memiliki sikap toleransi yang baik. Hal ini dibuktikan dengan hasil olah data menggunakan statistik deskriptif dimana 92% mahasiswa mampu menghargai keberagaman budaya, 88% mahasiswa mampu berinteraksi sosial serta 84% mahasiswa memerima perbedaan pendapat. Faktor yang mempengaruhi sikap toleransi mahasiswa diantaranya pengalaman kebudayaan, interaksi dengan mahasiswa dengan budaya yang berbeda, serta culture shock yang dapat menambah pemahaman budaya.
Copyrights © 2025