Globalisasi telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk nilai-nilai moral dan etika masyarakat. Dalam konteks ini, pendidikan etika menjadi semakin penting sebagai fondasi pembentukan karakter individu yang mampu menghadapi tantangan global. Artikel ini mengkaji penerapan berbagai aliran filsafat etika dalam pendidikan di sekolah dasar, dengan fokus pada etika kebajikan Aristoteles, deontologi Kant, utilitarianisme Mill, dan etika diskursif Habermas. Melalui pendekatan ini, pendidikan etika dapat membantu siswa mengembangkan penalaran moral, integritas, empati, dan keterampilan komunikasi. Dengan guru sebagai teladan dan lingkungan belajar yang mendukung, implementasi pendidikan etika yang komprehensif bertujuan menumbuhkan generasi bertanggung jawab, berintegritas, dan berkontribusi positif bagi masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif library research untuk mengumpulkan data dari literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi filsafat etika dalam pendidikan dapat menciptakan individu yang berkarakter kuat dan siap menghadapi dinamika global.
Copyrights © 2024