Pelestarian kesenian tradisional Anggun (Angklung Gunung) memiliki peran penting dalam menumbuhkan karakter cinta tanah air pada anak usia dini. Angklung Gunung sebagai warisan budaya tak benda bukan hanya sekadar alat musik, tetapi juga sarana edukasi yang mengenalkan nilai-nilai kearifan lokal, kebersamaan, dan identitas budaya kepada anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pembelajaran berbasis seni tradisional dapat membentuk sikap nasionalisme dan kecintaan terhadap budaya sendiri sejak dini. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengkaji implementasi program pelestarian Angklung Gunung di berbagai lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) dan komunitas seni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan aktif anak dalam bermain dan memahami filosofi Angklung Gunung dapat meningkatkan rasa memiliki terhadap budaya nasional, memperkuat rasa kebersamaan, serta menanamkan nilai disiplin dan tanggung jawab. Dengan demikian, pelestarian Angklung Gunung sebagai bagian dari pendidikan seni budaya dapat menjadi strategi efektif dalam menumbuhkan karakter cinta tanah air pada anak usia dini.
Copyrights © 2025