Hubungan kompleks antara pendidikan dan kekuasaan menjadi perbincangan hangat di berbagai negara. Pendidikan tidak sekadar berperan sebagai sarana pembebasan dan menjadikan individu berdaya, namun juga menjadi alat dominasi kekuasaan yang ada dalam masyarakat. Penelitian ini memiliki tujuan menganalisis peran pendidikan untuk mempertahankan maupun menantang kekuasaan, serta menggali potensi pendidikan sebagai alat pembebasan dalam konteks sosial. Penelitian menggunakan kajian pustaka melalui analisis teori dan tokoh-tokoh pendidikan melalui beberapa sumber literatur. Penelitian menghasilkan temuan yang mengindikasikan bahwa pendidikan memiliki peran ganda sebagai alat reproduksi kekuasaan dan dominasi melalui penerapan kebijakan pendidikan serta menjadi ruang pembebasan yang mendorong kesadaran dan perubahan sosial melalui pendidikan kritis. Oleh karena itu, diperlukan adanya inklusifitas sistem pendidikan, demokratisasi, dan menciptakan peserta didik yang berkualitas dalam menjadi agent of change.
Copyrights © 2025