Era disrupsi ditandai dengan perubahan besar akibat inovasi dan kemajuan teknologi yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan, seperti sosial, budaya, Pendidikan, dan ekonomi. Kondisi ini memberikan tantangan bagi remaja milenial, seperti gaya hidup hedonis, tekanan sosial, dan krisis identitas. Akibatnya, banyak anak muda mengalami kecemasan dan lemahnya karakter rohani. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka. Data diperoleh dari berbagai sumber tertulis, seperti buku dan jurnal, untuk memahami peran Pendidikan Agama Kristen dalam membentuk spiritualitas dan kedewasaan anak muda di era disrupsi. Pendidkan Agama Kristen berperan penting dalam membentuk karakter yang mencerminkan nilai-nilai Kristiani, terutama dalam lingkungan keluarga sebagai unit sosial terkecil. Di tengah kemajuan teknologi digital, anak-anak sangat rentan terhadap pengaruh negative, seperti penyalahgunaan media sosial. Oleh karena itu, dibutuhkan peran aktif orang tua, gereja, dan Lembaga Pendidikan dalam memberikan bimbingan rohani. Pendidikan Agama Kristen bukan hanya penyampaian pengetahuan iman, tetapi juga sarana pembentukan karakter dan spiritualitas yang kokoh. Dengan kerja sama antara keluarga, gereja, dan sekolah, anak muda dapat dibimbing menjadi pribadi yang beriman, bijaksana, dan mampu menghadapi tantangan zaman. Pendidikan Agama Kristen menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang memiliki kedewasaan iman di tengah era disrupsi.
Copyrights © 2025