Rhematik adalah suatu penyakit inflamasi sistemik kronis yang menyerang persendian terutama sendi sinovial. Faktor yang dapat menyebabkan terjadinya kekambuhan rhematik adalah tingkat pengetahuan, pekerjaan / aktivitas dan pola makan. Tujuan : penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan antara pekerjaan dan usia dengan kejadian rhematik di suatu daerah. Metode : Penelitian ini dilakukan terhadap 40 responden dari warga Desa Lebak Muncang Kecamatan Ciwidey Kabupaten Bandung. Dikarenakan warga masyarakat di desa tersebut memiliki mata pencaharian utama berkebun, maka dilakukan percobaan dengan alat instrumen Quantum Resonance Magnetic Analyzer (QRMA), dimana instrumen yang mampu menganalisis fenomena elektromagnetik di dalam tubuh manusia termasuk kejadian rhematik. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi (metode survei analitik) dimana hasilnya terdapat warga yang terindikasi memiliki gejala rhematik dari total 40 responden (25 wanita 15 pria). Analisis data yang digunakan adalah UJI T (paired sample T-Test). Hasil : hal tersebut sejalan dengan mata pencaharian warga yang memiliki aktivitas berat yaitu berkebun serta dari berbagai responden, usia memiliki prevalensi paling banyak menyumbang angka kejadian rhematik pada warga Lebak Muncang Ciwidey. Hasil uji T adalah Ho diterima.
Copyrights © 2024