Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan penyelenggaraan perpustakaan DPR RI melalui aplikasi DPR E-Library berdasarkan teori Edward III, di mana komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi termasuk. Melibatkan pengelola perpustakaan, anggota DPR RI, dan masyarakat umum, pendekatan kualitatif deskriptif digunakan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam. Studi ini membantu orang lebih memahami bagaimana menerapkan kebijakan digital di lembaga legislatif dan menawarkan saran tentang cara mengoptimalkan layanan informasi publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-Library DPR RI telah membantu meningkatkan akses ke informasi dan meningkatkan budaya literasi di dalam DPR RI. Namun, tingkat sosialisasi yang rendah masih menghambat program, yang mengakibatkan rendahnya pemanfaatan masyarakat umum. Kelancaran layanan terhambat oleh keterbatasan infrastruktur teknologi dan sumber daya manusia, sementara inovasi dibatasi oleh regulasi yang belum diperbarui. Keberhasilan pelaksanaan kebijakan dipengaruhi oleh komunikasi yang buruk dan disposisi pelaksana yang berbeda.
Copyrights © 2025