Body Positivity Movement merupakan gerakan sosial yang berkembang pesat dalam era media sosial sebagai respons terhadap dominasi standar kecantikan sempit. Gerakan ini menekankan penerimaan semua bentuk tubuh tanpa diskriminasi, membongkar label negatif yang dilekatkan pada tubuh non-konvensional. Artikel ini bertujuan mengkaji dinamika Body Positivity Movement dengan menggunakan pendekatan Teori Labeling Howard Becker serta menjelaskan peran media sosial sebagai medium perubahan narasi sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif berbasis studi literatur dan observasi media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial memperkuat resistensi terhadap stigma tubuh, membangun solidaritas sosial baru, dan menghadirkan tantangan berupa komersialisasi gerakan. Artikel ini berkontribusi dalam memperkaya pemahaman akademik mengenai transformasi norma sosial di era digital.
Copyrights © 2025