Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena "silent majority" di kalangan generasi Z, khususnya di antara mahasantri yang terlibat dalam aktivitas keagamaan di Cinta Quran Center, serta dampak mereka terhadap pilihan politik pada Pemilu 2024. Penelitian ini berfokus pada pola-pola dalam preferensi politik, faktor-faktor yang membentuk keputusan politik mereka, serta fungsi identitas keagamaan dalam pembentukan preferensi tersebut. Mahasantri di Cinta Quran Center mengeksplorasi politik melalui sudut pandang kesadaran politik Islam, yang disebut wa'yun siyasiy, sehingga pandangan politik mereka berbeda dari pola-pola politik praktis yang umumnya ada saat ini. Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan campuran, yaitu kombinasi antara metode kualitatif deskriptif dan kuantitatif, dengan melibatkan 43 mahasantri sebagai sampel. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memperjelas kontribusi kelompok ini dalam dinamika politik di Indonesia.
Copyrights © 2025