Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan dalam implementasi kurikulum SA Way yang menekankan pada penguatan nilai spiritual dan pengembangan karakter siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa hambatan utama yang dihadapi adalah rendahnya keterlibatan orang tua (33%), kesulitan dalam mengintegrasikan nilai spiritual dengan aspek akademik (67%), keterbatasan dalam penyusunan asesmen karakter (33%), minimnya ketersediaan bahan ajar yang sesuai dengan prinsip SA Way (33%), serta keberagaman latar belakang keluarga siswa (33%). Temuan ini mengindikasikan perlunya strategi penguatan sinergi antara sekolah dan keluarga, pelatihan guru untuk integrasi nilai spiritual-akademik, serta pengembangan sumber belajar yang kontekstual dan relevan. Dengan mengatasi berbagai tantangan tersebut, kurikulum SA Way diharapkan mampu menjadi pendekatan pendidikan yang holistik, adaptif, dan efektif dalam membentuk karakter siswa.
Copyrights © 2025