Praktik asesmen di sekolah dasar sering berfokus pada reproduksi pengetahuan sehingga kurang mendorong kemandirian dan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Asesmen berbasis inkuiri memberikan peluang bagi siswa untuk secara aktif membangun pengetahuan, bertanggung jawab atas proses belajarnya, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas asesmen berbasis inkuiri dalam meningkatkan kemandirian dan berpikir kritis siswa kelas IV sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimen dengan pretest–posttest control group. Subjek penelitian adalah 26 siswa kelas IV yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol (masing-masing 13 siswa). Kelompok eksperimen memperoleh asesmen berbasis inkuiri selama enam minggu, sedangkan kelompok kontrol menggunakan asesmen konvensional. Data dikumpulkan melalui rubrik kemandirian yang tervalidasi, tes berpikir kritis (10 butir soal), observasi kelas, serta wawancara siswa. Data kuantitatif dianalisis menggunakan uji t dan N-gain, sedangkan data kualitatif dianalisis secara tematik sebagai triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada kemandirian (N-gain = 0,65 vs. 0,28) dan berpikir kritis (N-gain = 0,58 vs. 0,31) pada kelompok eksperimen dibandingkan kelompok kontrol (p < 0,001). Observasi dan wawancara menguatkan temuan bahwa siswa menjadi lebih mandiri, percaya diri dalam pengambilan keputusan, serta menunjukkan penalaran yang lebih baik dalam pemecahan masalah. Penelitian dilakukan pada sampel kecil di satu sekolah sehingga generalisasi terbatas. Penelitian lanjutan perlu melibatkan sampel lebih besar dan meninjau keberlanjutan efek dalam jangka panjang. Asesmen berbasis inkuiri dapat diintegrasikan ke pembelajaran sekolah dasar untuk menumbuhkan kemandirian dan berpikir kritis, serta memberi guru strategi evaluasi formatif yang aplikatif. Penelitian ini memberikan bukti empiris mengenai peran pendekatan asesmen dalam membentuk kemandirian dan berpikir kritis siswa sekolah dasar, sekaligus menegaskan asesmen sebagai sarana pembelajaran, bukan sekadar evaluasi.
Copyrights © 2025