Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pendidikan keagamaan dalam mengatasi marginalisasi yang dialami oleh Suku Anak Dalam di wilayah Dwi Karya Bakti. Marginalisasi yang terjadi meliputi aspek sosial, ekonomi, dan budaya, di mana kelompok ini kerap tersisih dari akses layanan dasar, termasuk pendidikan. Melalui pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi dengan melibatkan tokoh agama, pendidik lokal, serta anggota komunitas Suku Anak Dalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan keagamaan bukan hanya menjadi sarana pembelajaran nilai-nilai spiritual, tetapi juga menjadi jembatan sosial yang memperkuat identitas, membuka akses terhadap pendidikan formal, dan meningkatkan partisipasi sosial masyarakat Suku Anak Dalam. Kegiatan keagamaan turut membangun rasa percaya diri, solidaritas komunitas, dan pemahaman lintas budaya dengan masyarakat sekitar. Dengan demikian, pendidikan keagamaan berperan strategis dalam proses pemberdayaan dan integrasi sosial komunitas terpinggirkan ini. Penelitian ini merekomendasikan penguatan sinergi antara lembaga keagamaan, pemerintah, dan masyarakat untuk memastikan keberlanjutan program pendidikan berbasis nilai lokal dan spiritual.
Copyrights © 2025