Prevalensi anemia di kalangan remaja putri di Asia Tenggara dikategorikan sebagai situasi serius dengan angka lebih dari 40 persen. Remaja, terutama yang berjenis kelamin perempuan, merupakan kelompok yang sangat rentan terhadap kondisi anemia, disebabkan oleh menstruasi yang menyebabkan kehilangan besi yang signifikan. Remaja perempuan yang berada dalam kondisi sehat dan bebas dari anemia akan tumbuh menjadi calon ibu yang sehat dan melahirkan anak-anak yang juga sehat, sehingga inisiatif ini mendukung program 1000 hari pertama kehidupan. Remaja perempuan memiliki kemungkinan menderita anemia sepuluh kali lebih tinggi dibandingkan remaja laki-laki, karena mereka mengalami menstruasi setiap bulan dan berada dalam fase pertumbuhan yang membutuhkan lebih banyak asupan zat besi. Edukasi mengenai penanganan anemia di kalangan remaja perempuan bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang anemia serta konsekuensi yang dihadapi. Target dari kegiatan ini adalah remaja putri di SMA Negeri 5 Kota Padang. Edukasi dilakukan melalui penyuluhan langsung dan diskusi dalam kelas. Diharapkan peserta dapat lebih memahami dan menyadari pentingnya pencegahan anemia di kalangan remaja perempuan.
Copyrights © 2025