Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perceived usefulness dan ethical considerations terhadap adopsi chatbot generatif di kalangan mahasiswa pendidikan tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 85 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang dipilih dengan teknik stratified random sampling berdasarkan jenis perguruan tinggi (negeri dan swasta). Data dikumpulkan melalui kuesioner daring yang memuat tiga variabel utama: perceived usefulness, perceived concerns, dan ethical considerations, dengan skala Likert 5 poin. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki persepsi positif terhadap manfaat penggunaan chatbot generatif, dengan nilai mean tertinggi sebesar 3,66 pada perceived usefulness. Namun, terdapat tingkat kekhawatiran yang moderat pada perceived concerns, dengan nilai mean tertinggi 3,84, serta tingkat kesadaran etis yang bervariasi pada ethical considerations, dengan nilai mean tertinggi 3,67. Temuan ini menegaskan pentingnya edukasi yang menekankan literasi digital dan etika penggunaan teknologi bagi mahasiswa agar pemanfaatan chatbot generatif dapat dilakukan secara optimal dan bertanggung jawab. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan kebijakan pendidikan tinggi dalam pemanfaatan teknologi AI generatif yang beretika, efektif, dan sesuai kebutuhan mahasiswa di era digital.
Copyrights © 2025