Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk tuturan siswa dalam pembelajaran puisi berdasarkan maksim kesantunan menurut Geoffrey Leech, yang meliputi maksim kebijaksanaan, kedermawaan, penerimaan, kerendahan hati, kesetujuan, dan kesimpatian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi percakapan siswa dalam 12 kali pertemuan pembelajaran puisi di kelas VIII. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi jenis maksim yang muncul, mengkaji kesesuaian dan pelanggarannya, dengan teori dari para pakar pragmatik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keenam maksim kesantunan muncul dalam tuturan siswa, meskipun frekuensinya bervariasi. Maksim kebijaksanaan dan kerendahan hati lebih dominan, sementara maksim kesetujuan,kesimpatian, dan penerimaan muncul dalam situasi tertentu. Beberapa tuturan juga menunjukkan pelanggaran maksim, seperti menyela pembicaraan atau menyampaikan pendapat secara tidak sopan. Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman siswa terhadap prinsip kesantunan masih perlu ditingkatkan. Pembelajaran puisi terbukti dapat menjadi media efektif dalam membentuk sikap berbahasa yang santun jika diarahkan dengan tepat.
Copyrights © 2025