Penelitian ini untuk mengkaji penafsiran Keadilan Ekologis dan Prinsip Etis-Teologis dalam Alquran. Metode yang digunakan yaitu systematic literature review. Hasil kajian didapatkan pemahaman bahwa Paradigma Tafsir ekologis setidaknya berpegang pada prinsip moral teologi dalam pengelolaan pembangunan berorientasi keberlanjutan ekologis. Terdapat lima prinsip Etis-Teologis yaitu Al-‘adalah (berlaku adil), ditinjau dari etimologi adil bermakna meletakkan sesuatu di tempat yang sesuai, adil dalam hal ekologi yakni berperilaku secara seimbang, tidak berbuat aniaya pada alam; At-tawazun (keseimbangan), stabilitas dan harmoni kehidupan alam perlu keseimbangan dan kelestarian dari berbagai bidang. Pengebaian manusia pada prinsip keseimbangan alam menyebabkan kerusakan alam, yang sama seperti telah menentang desain Allah. Maka pemanfaatan dan pengelolaan hendaknya memperhatikan keseimbangan alam; jika SDA bisa diperbarui maka usai (israf); Al-intifa’ dun al-fasad (memanfaatan tanpa merusak). Ar-ri’ayah dun al-israf berarti merawat serta memelihara dengan tidak berlebihan atau eksploitatif yang bisa merusak keberlanjutan ekologi.; dan At-tahdits wa al-istikhlaf, pembaruan SDA yang mungkin untuk diperbarui.
Copyrights © 2025