Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan pendidikan formal pada jenjang menengah yang menyelenggarakan program kejuruan. Pada SMK jurusan teknologi terdapat mata pelajaran Pemrograman Dasar. Hasil belajar siswa sangat bervariasi yang disebabkan berbagai faktor, diantaranya yaitu frekuensi latihan pemrograman dan tingkat grit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara frekuensi latihan pemrograman dan tingkat grit dengan hasil belajar siswa SMK mata pelajaran Pemrograman Dasar. Metode penelitian yang diterapkan ialah kuantitatif korelasional dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner dan dokumentasi. Populasi penelitian ini berjumlah 268 siswa terdiri dari siswa kelas X SMKN 3 Malang, SMKN 4 Malang, dan SMKN 5 Malang. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling dengan besaran minimal sampel dihitung menggunakan persamaan Slovin. Data yang dikumpulkan berjumlah 87 dan tidak berdistribusi normal, sehingga dilakukan transformasi two-step approach sebelum dianalisis menggunakan korelasi berganda. Hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat hubungan sedang dan positif (r = 0,301) antara frekuensi latihan pemrograman dan hasil belajar. Sebaliknya, tingkat grit tidak berkorelasi dengan hasil belajar. Selain itu, frekuensi latihan pemrograman memiliki hubungan sedang dan positif (r = 0,312) dengan tingkat grit. Kemudian, variabel frekuensi latihan pemrograman dan tingkat grit secara bersama-sama menunjukkan hubungan sedang dan positif (r = 0,303) dengan hasil belajar.
Copyrights © 2025