Latar Belakang : Kebugaran kardiorespirasi (VO₂Max), kualitas tidur, dan komposisi tubuh merupakan indikator kunci kesehatan dewasa muda. Namun, interaksi ketiganya, terutama dalam konteks perbedaan gender, masih kurang terjelaskan, padahal disparitas biologis dan sosio-kultural berpotensi memengaruhi hasil intervensi kesehatan. Tujuan: Menganalisis hubungan VO₂Max, kualitas tidur, dan komposisi tubuh serta mengidentifikasi perbedaan signifikan antar gender pada populasi dewasa muda urban. Metode: Penelitian cross-sectional dengan 128 partisipan (96 laki-laki, 32 perempuan) berusia 18-25 tahun. VO₂Max diukur melalui Bleep Test, kualitas tidur dengan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), dan komposisi tubuh menggunakan Tanita MC-980U. Analisis statistik meliputi uji korelasi Spearman, uji-t independen, dan regresi linear multivariat. Hasil : Laki-laki memiliki VO₂Max lebih tinggi (32,5 vs. 25,1 mL/kg/min) dan massa otot lebih besar (46,2% vs. 34,7%), sementara perempuan memiliki lemak tubuh lebih tinggi (17,8% vs. 8,1%) serta kualitas tidur lebih buruk (68% skor PSQI >5). Korelasi positif kuat teridentifikasi antara VO₂Max dan massa otot (r = 0,72), serta korelasi negatif dengan lemak tubuh (r = -0,65) dan skor PSQI (r = -0,58). Massa otot menjadi prediktor terkuat VO₂Max (β = 0,62). Kesimpulan: Temuan mengonfirmasi pentingnya pendekatan berbasis gender dalam intervensi kesehatan, seperti program latihan resistensi-aerobik untuk perempuan dan manajemen stres untuk laki-laki. Keterbatasan desain cross-sectional dan ketidakseimbangan sampel menjadi catatan untuk studi lanjutan. Penelitian ini merekomendasikan integrasi skrining kebugaran dalam kebijakan kesehatan primer serta eksplorasi longitudinal dengan alat ukur objektif.
Copyrights © 2025