Pernikahan dini masih menjadi fenomena yang mengkhawatirkan di Indonesia, meskipun akses informasi di era modern semakin luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemahaman dan perspektif remaja terhadap pernikahan dini, serta dampak dari kegiatan edukatif yang diberikan. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari proyek pengabdian masyarakat di SMAN 2 Muara Bungo oleh tim dari Program Studi Informatika Medis, Universitas Muhammadiyah Muara Bungo. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif melalui penyuluhan dan diskusi interaktif, yang disertai dengan kuesioner sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa mengenai risiko pernikahan dini—dari 30% sebelum kegiatan menjadi 95% setelahnya. Inisiatif edukatif ini berhasil mengubah pandangan remaja, menunjukkan bahwa pernikahan dini bukanlah solusi, melainkan masalah kompleks yang berdampak pada pendidikan, kesehatan, dan masa depan mereka. Oleh karena itu, kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan orang tua dan guru.
Copyrights © 2025