Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus) merupakan tanaman yang dapat tumbuh di daerah tropis, dikenal masyarakat karena buah mudanya sering dimanfaatkan sebagai sayur. Usaha budidaya tanaman kecipir di Kabupaten Sekadau masih belum terlalu menjadi perhatian para petani sementara permintaan masyarakat akan tanaman kecipir semakin meningkat. Budidaya tanaman kecipir di Kabupaten Sekadau menghadapi berbagai kendala, terutama masalah tanah yang kurang subur karena mayoritas didominasi dari jenis tanah Podsolik Merah Kuning yang memiliki tingkat kesuburan tanah yang rendah. Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk memperbaiki tingkat kesuburan tanah yang rendah ini adalah dengan pemberian solid yang keberadaannya cukup banyak di Kabupaten Sekadau. Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian solid terhadap pertumbuan dan hasil tanamn kecipir dimana hasil penelitan ini diharapkan dapat menjadi tambahan pengetahuan bagi petani dalam membudidayakan tanaman kecipir. Penelitan ini menggunakan metode rancangan acak kelompok (RAK),terdiri dari lima perlakuan yaitu K0 : tidak diberi Solid/m2 K1 :2,4 kg Solid/m2 K2 : 4,8 kg Solid/m2 K3 :7,2 kg Solid/m2 K4 : 9,6 kg Solid/m2 Parameter yang diamati adalah berat basah berangkasan tanaman (g), Jumblah polong tanaman (g), berat polong tanaman (g). data hasil analisis uji beda nyata jujur (BNJ) Pemberian 4,8 kg solid/ m2 menghasilkan berat berankasan tertinggi 386,00 g/ tanaman, jumlah polong 21,60 polong/ tanaman, dan berat polong 340,75 g/ tanaman.
Copyrights © 2025