Terung hijau merupakan salah satu komoditi hortikultura bernilai ekonomi tinggi. Salah satu tanah yang dapat digunakan untuk budidaya tanaman terung hijau yaitu tanah Podsolik Merah Kuning (PMK). Tanah PMK sebagai media tanam memiliki kendala seperti struktur tanah pejal pH rendah, ketersediaan unsur hara dan bahan organik rendah. Upaya untuk mengatasinya adalah dengan pemberian bahan pembenah tanah seperti solid sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian solid sawit terhadap pertumbuhan dan hasil dari tanaman terung hijau dan mengetahui dosis solid sawit yang memberikan pertumbuhan dan hasil tertinggi pada tanaman terung hijau. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK), Perlakuan dalam penelitian ini adalah solid sawit yang terdiri dari 5 taraf perlakuan yaitu S0 = 0 solid sawit, S1= 1,5 kg/m2 solid sawit, S2 = 3 kg/m2 solid sawit S3 = 4,5 kg/m2 solid sawit dan S4 = 6 kg/m2 solid sawit. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), jumlah buah (buah) dan berat buah (gram). Hasil penelitian menunjukkan bahwa solid sawit berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung hijau. Pemberian dosis 6 kg solid sawit (S4) merupakan perlakuan terbaik dan menghasilkan hasil tertinggi pada parameter pengamatan tinggi tanaman terung hijau dengan rerata 61,69 cm, jumlah buah dengan rerata (555,75 buah), dan berat buah dengan rerata (0,73 gram).
Copyrights © 2025