Simbolisme budaya dan religius memainkan peran sentral dalam membentuk narasi dan makna dalam karya sastra, khususnya dalam Kembara Rindu karya Habiburrahman El Shirazy. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan menganalisis makna simbolik yang merepresentasikan nilai-nilai budaya serta spiritualitas Islam dalam novel tersebut, serta menelaah bagaimana elemen-elemen tersebut berinteraksi dalam membentuk kesadaran religius tokoh utama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana kritis dan teori simbol Clifford Geertz sebagai kerangka konseptual. Data dianalisis berdasarkan teks naratif, dialog, serta narasi deskriptif yang mengandung simbol budaya dan religius. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kembara Rindu sarat dengan simbolisme yang merefleksikan perjalanan spiritual dan pencarian jati diri dalam konteks nilai-nilai keislaman, seperti penggunaan simbol perjalanan, air mata, dan masjid sebagai representasi transformasi batin. Simbol budaya seperti tradisi pesantren dan relasi antar tokoh dalam keluarga juga memperkaya makna narasi. Kesimpulannya, simbolisme dalam Kembara Rindu bukan hanya memperkuat aspek estetis, tetapi juga menjadi medium penyampaian pesan moral dan spiritual yang mendalam, menghubungkan pengalaman individual tokoh dengan nilai-nilai universal dalam Islam dan budaya Indonesia.
Copyrights © 2025