Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intensitas energi primer, pengeluaran pemerintah untuk lingkungan, dan emisi gas rumah kaca (GRK) terhadap Green GDP di Indonesia. Green GDP merupakan indikator ekonomi yang mempertimbangkan dampak lingkungan dari aktivitas pembangunan, sehingga penting untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhinya. Data yang digunakan adalah data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) periode 2014–2023, dianalisis menggunakan regresi berganda dengan alat bantu EViews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, intensitas energi primer (nilai signifikansi 0,3668 > 0,05) dan pengeluaran pemerintah untuk lingkungan (nilai signifikansi 0,4201 > 0,05) tidak berpengaruh signifikan terhadap Green GDP. Demikian pula, emisi GRK (nilai signifikansi 0,1955 > 0,05) tidak memiliki dampak negatif yang signifikan. Secara simultan, ketiga variabel juga tidak berpengaruh signifikan (F-statistic 1,187021 dengan probabilitas 0,390885 > 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa kebijakan saat ini belum efektif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi hijau. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang lebih terintegrasi, seperti peningkatan efisiensi energi, alokasi anggaran lingkungan yang lebih tepat sasaran, serta pengurangan emisi GRK melalui teknologi ramah lingkungan.
Copyrights © 2025