Dismenorea merupakan kondisi yang terjadi sebelum atau saat menstruasi berlangsung. Kejadiannya di Indonesia tergolong tinggi pada tahun 2018 yaitu 60 hingga 70% wanita mengalami kondisi ini. Prevalensi dismenorea di Indonesia mencapai 64,25% yang mencakup dismenorea primer 54,89% dan dismenorea sekunder 9,36%. Penelitian ini bertujuanĀ mengetahui hubungan kebiasaan konsumsi fast food, aktifitas fisik, dan tingkat stres dengan kejadian dismenorea pada siswi diĀ SMA Negeri 7 Bekasi tahun 2024. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan design Cross Sectional. Pengambilan data dilakukan dengan pengisian kuesioner. Sampel dalam penelitian ini merupakan siswi kelas X.1, XI F7, XII F9 SMAN 7 Bekasi tahun 2024 berjumlah 62 orang yang kemudian disesuaikan dengan kriteria inklusi dan eksklusi didapatkan 60 responden diambil menggunakan teknik total sampling. Kemudian data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa semua siswinya mengalami dismenorea dengan intensitas yang berbeda. Sehingga hasilnya tidak terdapat hubungan signifikan konsumsi fast food (p-value 0,099), terdapat hubungan signifikan aktivitas fisik (p-value 0,004), tidak terdapat hubungan tingkat stres (p-value 0,056) dengan dismenorea. Siswi dapat mengurangi keparahan dismenorea dengan membatasi aktivitas fisik ringan. Sekolah bisa meningkatkan pengetahuan tentang nyeri haid melalui Unit Kesehatan Sekolah dan PIK-R, serta mengadakan kegiatan fisik rutin 30 menit setiap hari sebelum pelajaran dimulai.
Copyrights © 2025