Pendidikan adalah hak setiap warga negara, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus, seperti siswa penyandang tunagrahita. Anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan seperti anak-anak lainnya. Akibatnya, pemerintah mendirikan sekolah luar biasa untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak berkebutuhan khusus, yang sulit dicapai di sekolah umum. Akibatnya, peneliti ingin mempelajari cara anak berkebutuhan khusus belajar, terutama anak tunagrahita. Penelitian ini menggunakan model deskriptif kualitatif dan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai metode pengumpulan data. Penelitian dilakukan di SLB kamal pada hari Jum'at tanggal 2 Mei 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SLB Kamal menggunakan kurikulum mandiri dan pembelajaran berdiferensiasi. Karena anak tunagrahita seringkali mengalami kesulitan dalam memahami konsep teoritis dan membutuhkan pendekatan yang lebih langsung dan tepat sasaran, pendekatan pengajaran yang diterapkan guru kelas ketika mengajar anak tunagrahita lebih menitikberatkan pada hubungan praktis antara siswa dan mata pelajaran.
Copyrights © 2025