Salah satu upaya signifikan untuk membangun sistem pendidikan yang komprehensif dan up to date dengan tren masa kini adalah integrasi ilmu pengetahuan dalam kerangka pendidikan tinggi Islam. Dua strategi peningkatan integrasi ilmu pengetahuan yang dipraktikkan di UIN Raden Intan Lampung dan UIN Sumatera Utara dibahas dalam artikel ini. Menurut Paradigma Wahdatul 'Ulum yang diciptakan UIN Sumatera Utara, ilmu agama dan ilmu global harus dipandang sebagai satu kesatuan yang utuh karena semua informasi bersumber dari satu sumber yaitu Tuhan. Sedangkan UIN Raden Intan Lampung memilih Model Bahtera Pengetahuan yang menggunakan metafora bahtera yang mengarungi lautan ilmu berdasarkan prinsip dan etika Islam untuk menjelaskan integrasi ilmu pengetahuan. Wawancara, observasi, dan dokumentasi merupakan metode yang digunakan untuk memperoleh data pada penelitian kualitatif yang menggunakan metodologi studi kasus di kedua kampus tersebut. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun metode yang digunakan kedua model berbeda, keduanya bertujuan untuk meningkatkan integrasi pengetahuan dan menghasilkan lulusan yang tidak hanya berbakat secara intelektual tetapi juga bermoral tinggi. Menurut penelitian ini, kedua pendekatan tersebut dapat berjalan beriringan dan lebih sering digunakan untuk menciptakan pendidikan Islam yang lebih aplikatif dan terintegrasi.
Copyrights © 2025