Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran media, pendidikan, dan teknologi dalam pelestarian budaya lokal di tengah tantangan globalisasi. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif, mengkaji berbagai penelitian empiris dari jurnal-jurnal ilmiah nasional yang relevan pada rentang waktu 2020–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa media sosial dan teknologi digital memiliki peran ganda: sebagai ancaman melalui fenomena homogenisasi budaya, namun sekaligus menjadi alat efektif dalam revitalisasi budaya lokal. Pendidikan berbasis glokalisasi terbukti meningkatkan kesadaran siswa terhadap identitas budaya mereka, sedangkan teknologi digital seperti Google Arts & Culture dan YouTube membantu mengarsipkan dan mendistribusikan konten budaya secara luas. Media hiperlokal, komunitas digital, dan strategi adaptif masyarakat menunjukkan bahwa resistensi terhadap budaya global dapat diwujudkan melalui integrasi kreatif tanpa menghilangkan esensi lokal. Kesimpulannya, keberhasilan pelestarian budaya di era global sangat tergantung pada sinergi antara pemanfaatan teknologi dan penguatan nilai lokal, serta kebijakan budaya yang inklusif dan partisipatif.
Copyrights © 2025