Penelitian ini membahas tentang sejarah tafsir di Malaysia dengan fokus utama pada kontribusi Haji Muhammad Said Bin Umar, salah satu penafsir terawal di Tanah Melayu. Haji Muhammad Said terkenal dengan karya agungnya, Tafsir Nur al-Ihsan, yang merupakan tafsir pertama yang diterbitkan dalam bahasa Melayu dengan edisi lengkap merangkumi 30 juz al-Qur'an. Kitab ini, yang ditulis antara tahun 1925 hingga 1927, menjadi warisan penting dalam tradisi tafsir Melayu. Penelitian ini mengkaji metodologi tafsir yang digunakan oleh Haji Muhammad Said, yang mencakup tafsir tahlili, tafsir bi al-ra'y, serta penggunaan rujukan dari kitab tafsir klasik seperti Tafsir Jalalayn dan Tafsir al-Baydawi. Selain itu, penelitian ini juga menyoroti keperibadian dan sumbangan Haji Muhammad Said dalam bidang pendidikan agama, yang telah memberi dampak besar terhadap masyarakat setempat. Beliau tidak hanya berperan sebagai penulis tafsir, tetapi juga sebagai pendidik yang aktif mengajar di surau dan masjid. Melalui karya-karyanya, beliau memberikan sumbangan besar dalam memperkaya pemahaman al-Qur'an di kalangan masyarakat Melayu. Penelitian ini diakhiri dengan rekomendasi untuk penelitian selanjutnya yang dapat mengkaji lebih dalam tentang penerapan metode tafsir yang digunakan oleh Haji Muhammad Said dalam konteks zaman sekarang.
Copyrights © 2025