Kondisi sosial di Distrik Sorong Kepulauan menunjukkan masih rendahnya pemahaman masyarakat tentang kesetaraan gender dan peran keluarga dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bebas kekerasan. Untuk menjawab tantangan ini, dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan kemampuan keluarga dalam mewujudkan suasana rumah tangga yang harmonis dan tanpa kekerasan. Kegiatan ini menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif melalui tiga tahap utama, yaitu identifikasi dan survei, pemberian materi edukatif, serta pembuatan media edukasi. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa kekerasan terhadap perempuan dan anak, baik secara fisik maupun psikologis, masih kerap terjadi secara berulang. Fakta ini menegaskan perlunya intervensi edukatif yang berbasis data untuk meningkatkan kesadaran dan ketahanan sosial di tingkat keluarga. Edukasi yang diberikan bertujuan membangun relasi yang adil dan empatik dalam keluarga, serta mendorong terbentuknya masyarakat yang aman, inklusif, dan menghormati hak-hak perempuan dan anak. Media edukasi yang dikembangkan juga berfungsi sebagai alat bantu untuk mendeteksi dini potensi kekerasan serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam upaya pencegahan.
Copyrights © 2025