Kehamilan dapat mengalami komplikasi serius seperti Intra Uterine Fetal Death (IUFD), yang turut meningkatkan angka kematian ibu dan bayi. Salah satu faktor risiko IUFD adalah preeklamsia, yakni hipertensi setelah usia kehamilan 20 minggu. Informasi dari perawat ruang VK RSUD Prof Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo, sebanyak 120 kasus preeklamsia dan 33 kasus IUFD selama tahun 2022 hingga 2024. Penelitian ini menggunakan kuantitatif retrospektif dengan pendekatan cross-sectional. Varibel dalam penelitian ini terdiri dari variabel independen preeklamsia dan variabel dependen kejadian intra uterine fetal death (IUFD). Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan populasi sebanyak 120 sampel. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi dan uji Chi-Square untuk analisa data dengan hasil p-value 0,319 yang artinya tidak ada hubungan antara preeklamsia dengan kejadian intra uterine fetal death (IUFD) di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo. Kesimpulannya tidak terdapat hubungan yang signifikan antara preeklamsia dengan kejadian intra uterine fetal death (IUFD) di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian lanjutan dengan mengeksplorasi variabel lain yang berperan dalam kejadian IUFD.
Copyrights © 2025