Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis kuantitatif untuk menganalisis skor penilaian dan teknik analisis kualitatif untuk merangkum dan mendeskripsikan hasil penelitian melalui observasi pengamatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berbasis kearifan lokal “Mattojang” membuat peserta didik antusias dimana para peserta didik menikmati dan senang dalam proses pembelajaran. Sedangkan untuk persentase peserta didik yang nilainya di atas KKM pada siklus I baru mencapai 72,41%, sehingga masih belum dapat mencapai kriteria keberhasilan penelitian. Pada siklus II, langkah-langkah penerapan pembelajaran berbasis kearifan lokal “Mattojang” dilakukan dengan cara menampilkan video kearifan lokal “Mattojang” yang lebih jelas dan ditambahkan penjelasan mengenai materi getaran pada video kearifan lokal tersebut. Presentase nilai peserta didik yang di atas KKM pada siklus II meningkat menjadi 93,10%. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran berbasis kearifan lokal “Mattojang” mampu membuat peserta didik tertarik dalam belajar sehingga mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik terhadap materi getaran kelas VIII.A SMP 9 Parepare
Copyrights © 2025