Pengasuhan di lingkungan pesantren memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter santri secara holistik, baik secara spiritual, emosional, maupun sosial. Namun, masih banyak pesantren di Indonesia yang menerapkan pola pengasuhan otoriter yang minim dialog dan kurang responsif terhadap kebutuhan psikologis santri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji transformasi pola pengasuhan santri di Pesantren Islam Hidayatunnajah dari pendekatan otoriter menuju Religious Authoritative Parenting, serta menilai efektivitas dan tantangannya dalam membangun relasi pengasuhan yang seimbang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan Religious Authoritative Parenting mampu menciptakan kedekatan emosional, meningkatkan kedisiplinan berbasis kesadaran, serta membentuk iklim pengasuhan yang lebih dialogis dan religius. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa model pengasuhan berbasis ketegasan dan empati sangat relevan untuk diterapkan dalam sistem pesantren, serta mendukung kebijakan nasional tentang pengasuhan ramah anak berbasis nilai-nilai Islam
Copyrights © 2025