Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

A ANALISA PERANCANGAN PERBAIKAN KUALITAS DENGAN PENDEKATAN TAGUCHI MELALUI PERSPEKTIF QUALITY CONTROL CIRCLE DAN QUALITY LOSS FUNCTION (Studi Kasus UD. Karya Logam Pandean) Fajrin, Achmad Farouq; Suparto
Tekmapro Vol. 19 No. 2 (2024): TEKMAPRO
Publisher : Program Studi Teknik Industri Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/tekmapro.v19i2.406

Abstract

The purpose of this research is to analyze the design of quality improvement using the Taguchi approach through the perspective of quality control circles and quality loss function with a case study of the bucket conveyor production process at UD. Karya Logam Pandean. The bucket conveyor production process at UD. Karya Logam Pandean still has a high defect rate because it has not implemented good quality control and there are no standard production standards, which has resulted in quality losses for the company. The expected results of this research are to identify the dominant causes of defects and provide recommendations for improvement, to identify quality losses and propose an optimal design composition to reduce product defects. Data collection was carried out by conducting interviews and direct observations in the production area. This research shows that scratches are the dominant defect on bucket conveyor products with the main cause being the factor of the method and recommendations for improvement are obtained to standardize all production processes. This research also shows that the quality loss experienced by the company is Rp19,268/unit with an average daily loss of Rp163,778 and the optimal design composition to reduce defects is level 3, 2, 1 and 2.
Depresi pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Jenarut, Yohana Fransisca; Tania, Elly; Suparto; Ingkiriwang, Elly
Jurnal MedScientiae Vol 3 No 2 (2024): August
Publisher : Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/JMedScientiae. V3i2. 3333

Abstract

Patients with diabetes mellitus have a 2-3 times higher risk of experiencing depression compared to the general population, which can potentially exacerbate their overall health condition. This literature review aimed to investigate the prevalence of depression among type 2 diabetes mellitus patients and to identify its associated risk factors. This literature review was conducted by searching electronic databases including Google Scholar, PubMed, and ProQuest. Twelve studies met the inclusion criteria and were included in the analysis. The results revealed that the prevalence of depression among type 2 diabetes mellitus patients varied from 23.20% to 83.80%, with a majority of cases classified as mild to moderate. To identify risk factors contributing to the high prevalence of depression in type 2 diabetes mellitus patients, additional studies were explored. Based on this literature review, it can be concluded that the prevalence of depression among type 2 diabetes mellitus patients is quite high. Several consistently identified risk factors include advanced age, female gender, low education level, unstable or unemployed work status, low income, marital status, and longer duration of diabetes. Early detection and appropriate management of depression in individuals with type 2 diabetes mellitus are essential for enhancing quality of life and optimizing treatment outcomes.
GERAKAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (TATHWIR) IKATAN CENDEKIAWAN MUSLIM INDONESIA (ICMI) PADA ERA ORDE BARU HINGGA REFORMASI M. Fahmi Ashari; Suparto
SHOUTIKA Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Shoutika
Publisher : Rumah Jurnal STAIN Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jkpi.v4i2.1166

Abstract

This research aims to understand the community empowerment movement of the Indonesian Muslim Intellectuals Association (ICMI) from the New Order to the Reformation. The research method used is a literature study, which takes research sources from scientific articles, books, and the like. The result of this research is that in the New Order era until the reformation, ICMI experienced organisational dynamics that caused ICMI to lose its role, thus requiring ICMI to revitalise its role in the reformation era. ICMI's role in community empowerment during the New Order era was to establish Bank Muamalat Indonesia, to establish Abdi Bangsa Foundation, to establish Baitul Mal wa Tamwil, to establish Takaful Insurance. In the reform era, ICMI conducted various community empowerment movements, including economic and entrepreneurship programmes, village welfare programmes, community economic development, public health programmes, agribusiness and agro-industry development programmes, education and environmentally friendly energy programmes, and green revolution programmes. The obstacles faced are the lack of activeness of the ICMI board, poor regeneration function. As for the supporting factors, they are the support from the government. Support from Muslim community organisations
Gerakan Dakwah Organisasi Nahdlatul Wathan M. Miftahur Rahmat Isnaini; Suparto
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 12 (2024): GJMI - DESEMBER
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v2i12.1046

Abstract

penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gerakan dakwah Nahdlatul Wathan (NW) dalam konteks penyebaran nilai-nilai Islam yang moderat dan toleran di Indonesia. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan studi kepustakaan, penelitian ini mengkaji sejarah, visi, misi, strategi, serta tantangan yang dihadapi NW sejak didirikan pada tahun 1953 oleh Tuan Guru KH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NW tidak hanya fokus pada aspek spiritual, tetapi juga berperan dalam pemberdayaan sosial dan pendidikan. Melalui pendirian lembaga pendidikan seperti pesantren dan madrasah, NW berhasil mencetak generasi muda yang memahami ajaran Islam secara mendalam, serta memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Penelitian ini juga menemukan bahwa strategi dakwah NW mencakup pendidikan, sosialisasi, dan pelayanan sosial, dengan pendekatan inklusif dan moderat yang menjadi karakteristik utama. Meski demikian, NW menghadapi sejumlah tantangan, termasuk meningkatnya paham radikal di kalangan generasi muda dan perkembangan teknologi informasi yang membawa dampak positif dan negatif. Dengan memanfaatkan media sosial dan melakukan dialog antaragama, NW berusaha untuk menjangkau audiens yang lebih luas, terutama generasi muda. Penelitian ini menyimpulkan bahwa gerakan dakwah Nahdlatul Wathan memberikan kontribusi signifikan dalam membangun masyarakat yang berakhlak mulia dan berpengetahuan, serta berkomitmen untuk melanjutkan perjuangan dalam menyebarkan nilai-nilai Islam yang moderat dan toleran.
Komparasi Gerakan Dakwah Organisasi Tradisional Dan Modern (Nahdlatul Ulama Dan Muhammadiyah) Akmalul M. Katili; Suparto
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 12 (2024): GJMI - DESEMBER
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v2i12.1221

Abstract

Gerakan dakwah di Indonesia telah berkembang pesat melalui berbagai bentuk organisasi, baik tradisional maupun modern. Masing-masing memiliki karakteristik dan metode dakwah yang berbeda, yang memengaruhi cara ajaran Islam menyebar di masyarakat. Dua lembaga Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, berkontribusi besar pada pengembangan dakwah dan kehidupan sosial-keagamaan bangsa. Terlepas dari kenyataan bahwa keduanya bertujuan untuk mengembangkan dan menyebarkan ajaran Islam, terdapat perbedaan yang signifikan dalam pendekatan, teknik dakwah, dan struktur organisasi yang digunakan oleh masing-masing. NU menggunakan pendekatan yang lebih tradisional dan kultural, mengutamakan pemahaman Islam melalui ajaran tasawuf, ritual keagamaan, dan pengajaran yang lebih sesuai dengan budaya lokal. Muhammadiyah, di sisi lain, menggunakan pendekatan yang lebih rasional, modern, dan terstruktur untuk melakukan reformasi dalam pemahaman Islam. Mereka juga mengutamakan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perbedaan dan persamaan antara NU dan Muhammadiyah dalam hal metode dakwah, kontribusi mereka kepada masyarakat, dan peran keduanya dalam dinamika sosial dan politik Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan bagaimana organisasi dakwah tradisional dan modern berbeda, serta strategi yang digunakan oleh masing-masing organisasi. Meskipun keduanya memiliki kekurangan dan kelebihan, organisasi tradisional dan modern saling melengkapi dalam memperkuat dakwah Islam di Indonesia, dengan saling mengubah dan bekerja sama saat menghadapi tantangan zaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun ada perbedaan dalam beberapa hal, NU dan Muhammadiyah keduanya berperan penting dalam membentuk citra Islam Indonesia yang moderat dan toleran.
Program Pengabdian Kepada Masyarakat Pelatihan Pembuatan Minuman Fungsional Teh Celup Daun Kersen di Yayasan Az-Zahra, Kab. Bondowoso Mardiana Handayani, Anna; Suparto; Supriyono; Bahariawan, Amal
Agrimas : Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Pertanian Vol. 1 No. 2 (2022): OKTOBER
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agrimas.v1i2.9

Abstract

Yayasan Az-Zahra merupakan salah satu pondok pesantren di Kabupaten Bondowoso yang memiliki santriwan/santriwati dari berbagai kalangan umur terdiri dari golongan peserta didik SD, SMP dan MAN/SMA. Waktu luang yang belum dimanfaatkan dengan baik oleh santriwan/santriwati merupakan permasalahan yang dihadapi pengurus Yayasan Az-zahra. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam membuat minuman fungsional teh celup daun kersen pada ustadz dan ustadzah (pengurus Yayasan Az-Zahra). PKM pelatihan pembuatan minuman fungsional teh celup daun kersen pada anggota pengurus anak yatim dan dhuafa di Yayasan Az-Zahra, Kabupaten Bondowoso telah dilaksanakan pada bulan September 2022 oleh tim penulis. Tahapan pelatihan terdiri dari tiga tahapan yaitu 1) melakukan survey awal untuk menentukan analisis situasi dan masalah yang muncul; 2) melakukan pelatihan pembuatan minuman fungsional teh celup daun kersen dan pelatihan strategi pemasaran yang baik; 3) pendampingan berkelanjutan guna menumbuhkan potensi wirausaha di alun-alun Kabupaten Bondowos. Target luaran yang diharapkan pada kegiatan pengabdian ini adalah terciptanya wirausaha baru dalam bidang pangan fungsional berupa minuman dalam kemasan teh daun kersen siap saji sehingga dapat meningkatkan pendapatan Yayasan Az-Zahra. Hasil kegiatan pengabdian adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan para pengurus Yayasan Az-Zahra dalam mengolah teh daun kersen menjadi minuman fungsional dalam kemasan siap saji, meningkatnya pemberdayaan santriwan/santriwati dalam memanfaatkan waktu luang dan menumbuhkan potensi wirausaha baru di alun-alun Kabupaten Bondowoso. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini adalah dengan adanya transfer pengetahuan dan keterampilan dalam membuat minuman fungsional teh daun kersen maka akan terciptanya calon wirausaha baru
Menimbang Ulang Kebijakan Seragam Sekolah: Regulasi, Tantangan, dan Dampaknya bagi Peserta Didik Eka Elviana Batubara; Suparto
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 3 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i3.1183

Abstract

Kebijakan seragam sekolah di Indonesia merupakan bagian dari sistem pendidikan yang bertujuan menanamkan nilai kesetaraan, kedisiplinan, dan identitas kolektif peserta didik. Meskipun telah diatur melalui Permendikbudristek Nomor 50 Tahun 2022, pelaksanaan kebijakan ini masih memunculkan berbagai persoalan, mulai dari beban ekonomi, resistensi sosial, hingga tekanan psikologis bagi siswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebijakan seragam sekolah berdasarkan regulasi yang berlaku serta mengevaluasi dampaknya dari aspek sosial, ekonomi, dan psikologis. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan analisis isi terhadap dokumen regulasi dan literatur relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa regulasi baru memberikan fleksibilitas dan penghargaan terhadap keragaman, namun implementasinya belum merata dan masih menyisakan persoalan di lapangan, seperti komersialisasi seragam dan ketimpangan bantuan. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya formulasi kebijakan yang lebih inklusif, adaptif, dan berpihak pada kesejahteraan peserta didik, serta perlunya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah untuk menjamin keadilan dalam pendidikan
Peran Akreditasi dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Tinggi: Kajian Kebijakan di Indonesia Irma, Dedeh; Suparto
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 3 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i3.1264

Abstract

Akreditasi memiliki peran strategis dalam sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi di Indonesia, terutama di tengah tuntutan Revolusi Industri 4.0 dan globalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran akreditasi dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi, menelaah regulasi terbaru, mengidentifikasi tantangan implementasi, serta mengeksplorasi peluang inovatif dalam memperkuat sistem akreditasi. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif, yang mengkaji dokumen kebijakan, jurnal ilmiah, dan publikasi resmi terkait akreditasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi pendekatan akreditasi dari compliance-based menjadi outcome-based telah mendorong institusi pendidikan tinggi untuk lebih fokus pada hasil pembelajaran, kontribusi terhadap masyarakat, dan budaya mutu internal. Digitalisasi proses akreditasi serta hadirnya Lembaga Akreditasi Mandiri turut memperkuat fleksibilitas dan efisiensi penjaminan mutu. Implikasinya, strategi penguatan akreditasi perlu dirancang secara holistik dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan untuk membangun pendidikan tinggi yang adaptif, unggul, dan berdaya saing global  
Transformasi Pola Pengasuhan Santri: Studi Kasus Penerapan Religious Authoritative Parenting di Pesantren Islam Hidayatunnajah Dessy Wahyuni; Suparto
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 3 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i3.1376

Abstract

Pengasuhan di lingkungan pesantren memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter santri secara holistik, baik secara spiritual, emosional, maupun sosial. Namun, masih banyak pesantren di Indonesia yang menerapkan pola pengasuhan otoriter yang minim dialog dan kurang responsif terhadap kebutuhan psikologis santri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji transformasi pola pengasuhan santri di Pesantren Islam Hidayatunnajah dari pendekatan otoriter menuju Religious Authoritative Parenting, serta menilai efektivitas dan tantangannya dalam membangun relasi pengasuhan yang seimbang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan Religious Authoritative Parenting mampu menciptakan kedekatan emosional, meningkatkan kedisiplinan berbasis kesadaran, serta membentuk iklim pengasuhan yang lebih dialogis dan religius. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa model pengasuhan berbasis ketegasan dan empati sangat relevan untuk diterapkan dalam sistem pesantren, serta mendukung kebijakan nasional tentang pengasuhan ramah anak berbasis nilai-nilai Islam
Analisis Kebijakan Kurikulum Merdeka Belajar, Upaya Pemerintah Dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan di Indonesia Ahmad Sulaeman Nagib Ridlwan; Suparto
Quoba: Jurnal Pendidikan Vol 2 No 1 (2025): 2025
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qb.v2i1.300

Abstract

Perubahan kurikulum di Indonesia merupakan respons terhadap dinamika sosial dan tantangan global yang memengaruhi mutu pendidikan nasional. Salah satu reformasi terkini adalah penerapan Kurikulum Merdeka yang dirancang untuk memberikan keleluasaan pembelajaran sesuai konteks lokal dan kebutuhan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis arah kebijakan Kurikulum Merdeka dan strategi implementasinya sebagai upaya peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur terhadap sumber-sumber ilmiah, dokumen kebijakan, serta artikel akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka menekankan pembelajaran berbasis proyek, penguatan karakter melalui Profil Pelajar Pancasila, fleksibilitas bagi sekolah, serta pemanfaatan teknologi digital. Kendala utama dalam penerapan kurikulum ini meliputi kesiapan guru, keterbatasan infrastruktur, dan ketimpangan mutu pendidikan antarwilayah. Implikasi dari temuan ini menunjukkan perlunya kebijakan yang konsisten, dukungan pelatihan, serta kolaborasi lintas sektor guna memastikan keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka secara merata dan berkelanjutan