Artikel ini membahas model pendidikan Islam Nusantara sebagai sistem pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, keindonesiaan, dan kearifan lokal dalam satu kesatuan filosofis yang kokoh. Berangkat dari pemahaman bahwa pendidikan merupakan sarana penting dalam menjaga kesinambungan sosial dan budaya, pendidikan Islam Nusantara hadir sebagai bentuk adaptasi ajaran Islam dalam konteks pluralitas masyarakat Indonesia. Dengan pendekatan library research dan metode kualitatif-deskriptif, artikel ini menguraikan dua pertanyaan pokok: definisi pendidikan Islam Nusantara dan fondasi-fondasi filosofis yang melandasinya, yaitu historis, teologis, politik, sosiologis, kultural, dan moral. Pendidikan Islam Nusantara tidak hanya berfungsi sebagai wahana transfer ilmu agama, tetapi juga sebagai media pembentukan karakter dan identitas bangsa. Melalui lembaga-lembaga tradisional seperti pesantren dan madrasah, sistem ini telah terbukti mampu mempertahankan nilai-nilai Islam yang moderat, toleran, dan kontekstual. Hasil kajian menunjukkan bahwa kekuatan pendidikan Islam Nusantara terletak pada kemampuannya beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan akar budayanya, menjadikannya model pendidikan yang relevan dan berkelanjutan di era globalisasi
Copyrights © 2025