Kegiatan ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas revitalisasi folklore sebagai media pendidikan civic virtue di kalangan pelajar SMKN 1 Belinyu. Kegiatan dilakukan dengan pendekatan partisipatif berbasis komunitas yang melibatkan siswa, guru, dan masyarakat lokal. Metode pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi partisipatif, dokumentasi, dan diskusi kelompok terfokus (FGD). Cerita rakyat lokal dipilih dan diintegrasikan ke dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan serta Bahasa Indonesia, serta kegiatan ekstrakurikuler. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pemahaman dan internalisasi nilai-nilai civic virtue seperti kejujuran, tanggung jawab, dan kerja sama pada siswa. Selain itu, keterlibatan aktif siswa dan peningkatan kompetensi guru dalam mengajarkan folklore berkontribusi pada suasana belajar yang lebih interaktif dan berbasis budaya lokal. Pelibatan tokoh masyarakat memperkuat hubungan sekolah dan komunitas serta mendukung pelestarian budaya lokal. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan sumber belajar dan waktu kurikulum, namun upaya perbaikan melalui penyediaan bahan ajar dan fasilitasi diskusi berhasil dilakukan. Secara keseluruhan, revitalisasi folklore efektif sebagai media pendidikan civic virtue yang dapat memperkuat karakter siswa dan budaya lokal. Diharapkan kegiatan ini dapat diperluas dan didukung oleh berbagai pihak untuk keberlanjutan pendidikan karakter berbasis budaya.
Copyrights © 2025