Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

The Impact of Hybrid Learning Media: Laskar Pelangi Film in Cultivating Patriotism and Identity Farid, Akbar; Indrayati, Tri; Rotari, Septi
Journal of Education and Teaching Learning Vol 7 No 1 (2025): Journal of Education and Teaching Learning (JETL)
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jetl.v7i1.2279

Abstract

Patriotic attitudes are attitudes that must be instilled in every Indonesian citizen. This research aims to describes the influence of film media on patriotic attitudes as identity formation in students after the Covid-19 pandemic. This study uses a quantitative approach using a descriptive research method. The primary data source is students of German Language Education, Yogyakarta State University. The data collection technique used is a questionnaire regarding the influence of the Laskar Pelangi Film media on the attitude of patriotism as a student's self-identity which is given through a google form. Data analysis used in this study is an independent sample t-test with the help of SPSS 22.0. The results of the independent sample t-test analysis show a sig. value (2-tailed) of 0.030 <? 0.05, so Ho is rejected and Ha is accepted. There is a significant difference in the patriotic attitudes of students before and after using the Laskar Pelangi Film media as identity formation in the Pancasila Education course.
Building the Nation's Character: A Study of 7 Habits of Indonesian Children in the Perspective of Civic Education Hijran, Muhamad; Indrayati, Tri; Farid, Akbar
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 1 (2025): June 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i1.5965

Abstract

Instilling character values through daily habits is an integral part of civic education, especially at the stage of child development. This study aims to examine the relationship between the seven habits of Indonesian children and the strengthening of civic education values through a literature study approach. The method used is a literature review of various scientific journals, research reports, and other relevant sources. The results of the study show that the seven habits have a close relationship with civic values, such as social care, active participation in community life, obedience to norms and laws, and respect for diversity. These findings affirm the importance of strengthening citizenship-based character education through the integration of positive habits in the family, school, and community environment. This study recommends that citizenship education be not only provided cognitively, but also through the internalization of national values that are manifested in children's daily behavior. 
Revitalisasi Folklore sebagai Media Pendidikan Civic virtue di Kalangan Pelajar SMKN 1 Belinyu Anggara, Uky Eji; Farid, Akbar; Indrayati, Tri; Afriani, Wilda
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 4 (2025): Juni
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i4.2381

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas revitalisasi folklore sebagai media pendidikan civic virtue   di kalangan pelajar SMKN 1 Belinyu. Kegiatan dilakukan dengan pendekatan partisipatif berbasis komunitas yang melibatkan siswa, guru, dan masyarakat lokal. Metode pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi partisipatif, dokumentasi, dan diskusi kelompok terfokus (FGD). Cerita rakyat lokal dipilih dan diintegrasikan ke dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan serta Bahasa Indonesia, serta kegiatan ekstrakurikuler. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pemahaman dan internalisasi nilai-nilai civic virtue   seperti kejujuran, tanggung jawab, dan kerja sama pada siswa. Selain itu, keterlibatan aktif siswa dan peningkatan kompetensi guru dalam mengajarkan folklore berkontribusi pada suasana belajar yang lebih interaktif dan berbasis budaya lokal. Pelibatan tokoh masyarakat memperkuat hubungan sekolah dan komunitas serta mendukung pelestarian budaya lokal. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan sumber belajar dan waktu kurikulum, namun upaya perbaikan melalui penyediaan bahan ajar dan fasilitasi diskusi berhasil dilakukan. Secara keseluruhan, revitalisasi folklore efektif sebagai media pendidikan civic virtue   yang dapat memperkuat karakter siswa dan budaya lokal. Diharapkan kegiatan ini dapat diperluas dan didukung oleh berbagai pihak untuk keberlanjutan pendidikan karakter berbasis budaya.
PERAN WANITA DALAM PENGELOLAAN LIMBAH SAMPAH RUMAH TANGGA DI BALAI DESA BALUNIJUK, KABUPATEN BANGKA Lubis, Dinda Mardiani; Putri, Lizha Dwi Mulya; Desiga, Hanifa Intan; Ajrina, Fadiah Izzah; Meraldha, Arsha Riyantikha; Indrayati, Tri
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal Vol. 3 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Prime Identity Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/scsej.v3i2.89

Abstract

Saat ini masih banyak masyarakat yang acuh terhadap kebersihan lingkungan sehingga memerlukan peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam mengelola sampah yang baik. Wanita memiliki peran penting dalam mengelola kebersihan lingkungan, terutama karena terlibat langsung dalam aktivitas rumah tangga yang menghasilkan limbah setiap hari. Berdasarkan masalah tersebut, dilaksanakanlah kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan peran wanita dalam pengelolaan limbah sampah rumah tangga di Desa Balunijuk. Kegiatan ini dilakukan melalui sosialisasi mengenai peran dan tanggung jawab wanita di rumah, sampah, menganalisis dampak positif pengelolaan sampah dan memberikan rekomendasi praktis pengelolaan sampah rumah tangga. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, kesadaran dan minat peserta dalam mengelola sampah rumah tangga. Peserta pada kegiatan ini adalah ibu-ibu PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) Desa Balunijuk. Kegiatan pengabdian ini hanya sosialisasi dan diskusi dengan peserta sehingga tim pengabdian mengharapkan adanya kegiatan lanjutan seperti pelatihan dan praktik langsung pengelolaan sampah rumah tangga. 
PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA SEBAGAI STRATEGI MEMBANGUN KARAKTER WARGA NEGARA MUDA Indrayati, Tri; Desiga, Hanifa Intan
JURNAL ILMIAH MITRA SWARA GANESHA: PENELITIAN PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN Vol 12 No 2 (2025): JURNAL MITRA SWARA GANESHA
Publisher : Progran Studi PGSD FKIP UTP SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jmsg.v12i2.5322

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam bagaimana penguatan Profil Pelajar Pancasila dapat menjadi strategi efektif dalam membangun karakter warga negara muda di Indonesia. Dengan menggunakan metode studi kepustakaan, penelitian ini menelaah berbagai sumber akademik dan kebijakan pendidikan dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir (2014–2024). Hasil kajian menunjukkan bahwa enam dimensi nilai dalam Profil Pelajar Pancasila beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif merupakan kerangka nilai yang komprehensif dan relevan dalam menyiapkan generasi muda yang berkarakter kuat serta memiliki identitas kebangsaan yang kokoh. Strategi implementasi melalui pembelajaran berbasis proyek (P5), pelibatan guru, budaya sekolah, serta sinergi dengan keluarga dan masyarakat terbukti penting dalam proses internalisasi nilai. Meskipun terdapat tantangan seperti keterbatasan pemahaman guru dan sarana evaluasi karakter, temuan ini menegaskan bahwa penguatan Profil Pelajar Pancasila merupakan investasi strategis dalam menciptakan warga negara muda yang berdaya saing global dan berakar pada nilai-nilai Pancasila. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan kebijakan, peningkatan kapasitas pendidik, dan evaluasi karakter yang berkelanjutan dalam konteks Kurikulum Merdeka.
Building the Nation's Character: A Study of 7 Habits of Indonesian Children in the Perspective of Civic Education Hijran, Muhamad; Indrayati, Tri; Farid, Akbar
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 1 (2025): June 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i1.5965

Abstract

Instilling character values through daily habits is an integral part of civic education, especially at the stage of child development. This study aims to examine the relationship between the seven habits of Indonesian children and the strengthening of civic education values through a literature study approach. The method used is a literature review of various scientific journals, research reports, and other relevant sources. The results of the study show that the seven habits have a close relationship with civic values, such as social care, active participation in community life, obedience to norms and laws, and respect for diversity. These findings affirm the importance of strengthening citizenship-based character education through the integration of positive habits in the family, school, and community environment. This study recommends that citizenship education be not only provided cognitively, but also through the internalization of national values that are manifested in children's daily behavior. 
The Impact of Hybrid Learning Media: Laskar Pelangi Film in Cultivating Patriotism and Identity Farid, Akbar; Indrayati, Tri; Rotari, Septi
Journal Of Education And Teaching Learning (JETL) Vol. 7 No. 1 (2025): Journal of Education and Teaching Learning (JETL)
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jetl.v7i1.2279

Abstract

Patriotic attitudes are attitudes that must be instilled in every Indonesian citizen. This research aims to describes the influence of film media on patriotic attitudes as identity formation in students after the Covid-19 pandemic. This study uses a quantitative approach using a descriptive research method. The primary data source is students of German Language Education, Yogyakarta State University. The data collection technique used is a questionnaire regarding the influence of the Laskar Pelangi Film media on the attitude of patriotism as a student's self-identity which is given through a google form. Data analysis used in this study is an independent sample t-test with the help of SPSS 22.0. The results of the independent sample t-test analysis show a sig. value (2-tailed) of 0.030 <? 0.05, so Ho is rejected and Ha is accepted. There is a significant difference in the patriotic attitudes of students before and after using the Laskar Pelangi Film media as identity formation in the Pancasila Education course.
PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA SEBAGAI STRATEGI MEMBANGUN KARAKTER WARGA NEGARA MUDA Indrayati, Tri; Desiga, Hanifa Intan
JURNAL ILMIAH MITRA SWARA GANESHA: PENELITIAN PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN Vol 12 No 2 (2025): JURNAL MITRA SWARA GANESHA
Publisher : Progran Studi PGSD FKIP UTP SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jmsg.v12i2.5322

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam bagaimana penguatan Profil Pelajar Pancasila dapat menjadi strategi efektif dalam membangun karakter warga negara muda di Indonesia. Dengan menggunakan metode studi kepustakaan, penelitian ini menelaah berbagai sumber akademik dan kebijakan pendidikan dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir (2014–2024). Hasil kajian menunjukkan bahwa enam dimensi nilai dalam Profil Pelajar Pancasila beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif merupakan kerangka nilai yang komprehensif dan relevan dalam menyiapkan generasi muda yang berkarakter kuat serta memiliki identitas kebangsaan yang kokoh. Strategi implementasi melalui pembelajaran berbasis proyek (P5), pelibatan guru, budaya sekolah, serta sinergi dengan keluarga dan masyarakat terbukti penting dalam proses internalisasi nilai. Meskipun terdapat tantangan seperti keterbatasan pemahaman guru dan sarana evaluasi karakter, temuan ini menegaskan bahwa penguatan Profil Pelajar Pancasila merupakan investasi strategis dalam menciptakan warga negara muda yang berdaya saing global dan berakar pada nilai-nilai Pancasila. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan kebijakan, peningkatan kapasitas pendidik, dan evaluasi karakter yang berkelanjutan dalam konteks Kurikulum Merdeka.
Habitus Moral dan Harmoni Sosial di Kedai Kopi Kong Djie Belitung: Moral Habitus and Social Harmony at Kong Djie Belitung Coffee Shop Farid, Akbar; Indrayati, Tri; Afriani, Wilda; Lana Alkhan, Muhammad Hayyi'
Citizen : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 6 (2025): CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : DAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53866/jimi.v5i6.1067

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana nilai-nilai etnis, prinsip hidup pemilik, dan praktik budaya ngopi di Kedai Kopi Kong Djie membentuk ruang sosial yang harmonis di tengah masyarakat multietnis Belitung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan penanggung jawab kedai, serta dokumentasi dari media lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksistensi Kong Djie tidak hanya ditopang oleh kualitas kopi, tetapi juga oleh nilai-nilai moral yang dijunjung tinggi seperti kejujuran, keterbukaan, humor, dan tanggung jawab sosial. Interaksi sosial di kedai memperlihatkan bentuk harmoni yang melampaui batas etnis dan status sosial, sehingga menolak asumsi dasar teori etnisitas Barth tentang batas kelompok, teori ruang sosial Bourdieu tentang dominasi modal, dan teori solidaritas sosial Durkheim yang berorientasi pada struktur normatif. Temuan ini menegaskan bahwa harmoni sosial di Kong Djie tumbuh dari praktik moral dan habitus keseharian, bukan dari kesamaan etnis atau sistem sosial formal. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan studi sosiologi budaya dengan menunjukkan bahwa moralitas lokal dapat menjadi fondasi integrasi sosial dalam masyarakat plural.