Rendahnya kemampuan literasi membaca pada siswa sekolah dasar, terutama yang mengalami disleksia, masih menjadi tantangan serius dalam dunia pendidikan. Disleksia diperkirakan dialami oleh 15–20 persen anak usia sekolah dan berdampak pada kemampuan membaca, menulis, dan prestasi akademik mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan pendekatan ekoliterasi sekolah dalam membantu siswa disleksia meningkatkan keterampilan literasi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Lokasi penelitian di SD DDI Kapas, Kecamatan Dakepemean, Kabupaten Tolitoli, pada semester genap tahun ajaran 2025. Partisipan terdiri atas kepala sekolah, wali kelas V, dan tiga siswa disleksia dari total 15 siswa di kelas tersebut. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan ekoliterasi berkontribusi positif terhadap motivasi, partisipasi, dan kepercayaan diri siswa disleksia melalui kegiatan pembelajaran berbasis pengalaman dan kontekstual. Namun, penelitian ini juga menemukan kendala seperti keterbatasan fasilitas, rendahnya pemahaman guru terhadap disleksia, dan minimnya evaluasi terstandar. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model pembelajaran ramah disleksia berbasis ekoliterasi dan membuka peluang riset lanjutan di berbagai konteks pendidikan.
Copyrights © 2025