Artikel ini mengkaji pemikiran Imam Al-Ghazali dalam konteks komunikasi pendidikan Islam sebagai jalan menuju pembentukan insan kamil manusia paripurna yang berilmu, berakhlak, dan dekat dengan Allah SWT. Dalam perspektif Al-Ghazali, pendidikan tidak hanya sebatas transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga merupakan proses transformasi jiwa yang terintegrasi dengan nilai-nilai spiritual dan etika. Komunikasi dalam pendidikan Islam dipandang sebagai interaksi yang sarat makna antara pendidik dan peserta didik, yang tidak hanya menyampaikan pesan, tetapi juga menanamkan nilai dan membentuk karakter. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka terhadap karya-karya klasik Al-Ghazali, seperti Ihya’ Ulumuddin, dan didukung oleh literatur kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa Al-Ghazali menekankan pentingnya komunikasi yang bersifat etis, hikmah, dan penuh kasih sayang dalam proses pendidikan, serta pentingnya lingkungan pendidikan yang harmonis antara keluarga, lembaga, dan masyarakat. Keseluruhan gagasannya bertujuan mewujudkan insan kamil melalui sinergi antara ilmu, amal, dan akhlak mulia. Pemikiran ini sangat relevan untuk diterapkan dalam sistem pendidikan Islam kontemporer dalam rangka membentuk generasi yang cerdas secara intelektual, matang secara spiritual, dan unggul secara moral.
Copyrights © 2025