Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi pembelajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK) melalui Kurikulum Merdeka dan dampaknya terhadap pengembangan kepemimpinan kontekstual siswa Papua di SMTKN Diaspora. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dengan penerapan pembelajaran berbasis proyek dan refleksi kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pergeseran dari kurikulum berbasis isi menuju kurikulum berbasis kompetensi memberi ruang lebih besar bagi siswa untuk mengekspresikan iman secara kontekstual dalam kepemimpinan. Kurikulum Merdeka memungkinkan siswa menjadi pelaku aktif dalam proses pembelajaran, tidak hanya sebagai penerima informasi. Namun demikian, penerapan di lapangan menghadapi tantangan seperti kesiapan guru, keterbatasan sumber daya, dan kesenjangan antara tuntutan kurikulum dengan kenyataan sosial budaya setempat. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan pedagogis yang kontekstual, partisipatif, dan transformatif guna membentuk kepemimpinan siswa yang tangguh dan relevan dengan realitas Papua yang kompleks dan majemuk..
Copyrights © 2024