Tanaman kirinyuh (Chromolaena odorata L.) sering dianggap sebagai tanaman pengganggu (gulma) di kalangan masyarakat umum. Penelitian dilakukan secara in vitro untuk mengetahui perbandingan kadar total flavonoid yang lebih tinggi dari pelarut etanol 70% dan 96% ekstrak daun kirinyuh. Penetapan kadar total flavonoid ekstrak etanol 70% dan 96% daun kirinyuh dilakukan dengan metode kalorimetri AlCl3 dengan kuersetin sebagai larutan standar Kemudian menyiapkan lima tabung reaksi dengan konsentrasi kuersetin masing-masing 40, 60, 80, 100, dan 120 ppm. Selanjutnya, ekstrak tersebut dicampurkan dengan larutan reagen AlCl3 10% dalam tabung reaksi baru dengan rasio 1:1, yaitu 1 mL ekstrak dicampur dengan 1 mL larutan reagen AlCl3 dan ditambah 8 mL larutan CH3COOH 5%. Hasil campuran ini kemudian dianalisis dengan menggunakan spektrofotometer Genesys 30-UV Vis pada panjang gelombang 425 nm untuk membuat kurva standar. Hasil diperoleh dari pengujian dengan metode kalorimetri yaitu ekstrak etanol 70% dan 96% daun kirinyuh dengan kadar total flavonoid 51,415 ± 0,462 mg QE/g dan 61,108 ± 3,030 mg QE/g. Dapat dilihat bahwa ekstrak etanol 96% memiliki kadar total flavonoid yang lebih tinggi dibandingkan dengan ekstrak etanol 70%, hal tersebut dikarenakan etanol 96% memiliki daya tarik senyawa yang lebih kuat untuk menarik senyawa flavonoid dari ekstrak daun kirinyuh daripada etanol 70%.
Copyrights © 2025