Penelitian ini bertujuan untuk memahami cerminan kehidupan masyarakat Raja Ampat yang terdapat dalam Novel Insos karya Barda Hatta. Novel ini mengisahkan perjalanan tokoh Kuruwa, seorang pemudi Kampung Yellu, Distrik Misool, Kabupaten Raja Ampat yang merantau demi mengenyam pendidikan tinggi sebagai upaya untuk memutus mata rantai kemiskinan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yang berpusat pada teori sosiologi sastra Ian Watt yang mengemukakan bahwa karya sastra merupakan cerminan masyarakat. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat tiga cerminan utama kondisi masyarakat Raja Ampat di dalam novel tersebut, antara lain keterbatasan ekonomi, keterbatasan infrastruktur (transportasi, komunikasi, dan fasilitas pendidikan) yang menjadi faktor penentu lahirnya keputusan tokoh utama dalam novel tersebut, dan munculnya budaya merantau sebagai strategi untuk mencari peluang sosial ekonomi. Temuan ini menegaskan bahwa novel Insos bukanlah sekadar narasi fiksi semata, melainkan merupakan representasi sosial yang merefleksikan realitas dan harapan masyarakat Raja Ampat.
Copyrights © 2025