Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana sinergi antara kurikulum, kemitraan industri, profesionalisme guru, dan pendanaan dapat meningkatkan mutu lulusan di SMKN 1 Buntok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru produktif, siswa kelas XII, alumni, dan mitra industri yang dipilih secara purposive. Analisis data menggunakan metode analisis tematik dengan tahapan reduksi, kategorisasi, hingga penarikan tema utama, serta diterapkan triangulasi untuk memastikan validitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum berbasis industri melalui teaching factory telah diterapkan dengan melibatkan lima mitra aktif, kemitraan kerja berjalan aktif untuk praktik kerja lapangan dan penyerapan lulusan, serta pelatihan guru dilakukan secara bertahap dalam bidang digitalisasi dan teaching factory. Namun, tantangan masih ada pada aspek pemerataan pelatihan guru dan keterbatasan alat praktik industri terkini. Pendanaan melalui BOS belum mencukupi kebutuhan pengembangan teknologi pembelajaran, sehingga diperlukan diversifikasi sumber pendanaan dari sektor swasta melalui program CSR. Implikasi penelitian ini menunjukkan perlunya perencanaan kolaboratif dan berkelanjutan antara sekolah, industri, dan pemerintah agar strategi peningkatan mutu lulusan dapat terwujud secara optimal dan adaptif terhadap dinamika dunia kerja.
Copyrights © 2025