Terong merupakan produk hasil pertanian yang mudah mengalami kerusakan terutama selama penyimpanan, sehingga suhu penyimpanan menjadi faktor penting dalam mempertahankan kualitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasipengaruh suhu penyimpanan terhadap perubahan fisik dan kimia pada terong (Solanum melongena). Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan suhu penyimpanan yang berbeda, yaitu 5 °C, 15 °C, dan suhu ruang (27-28 °C). Parameter uji meliputi kadar air, warna, tekstur terong, dan pengujian terhadap tingkat kerusakan terong yang penyajian data dilakukan secara deskriptif. Terong yang disimpan pada suhu 5°C menunjukkan kualitas terbaik, dengan tekstur, kadar air, dan warna yang lebih stabil dibandingkan dengan penyimpanan pada suhu 15°C dan suhu ruang (27°C). Suhu penyimpanan yang lebih tinggi mempercepat kerusakan, meningkatkan laju respirasi, dan menyebabkan perubahan warna serta kehilangan kadar air. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengaturan suhu penyimpanan untuk memperpanjang umur simpan dan menjaga kualitas terong.
Copyrights © 2025