World Health Organization (WHO) mencatat prevalensi postpartum blues secara umum dalam populasi dunia adalah 3-8% dengan 50% kasus terjadi pada usia produktif yaitu 20-50 tahun. Prevalensi postpartum blues di beberapa negara berbeda antara lain seperti di Jepang mencapai 15-50%, Yunani mencapai 44,5% dan Prancis mencapai 31,7%. Angka kejadian postpartum blues di Indonesia mencapai 23% sedangkan skrining dengan menggunakan EPDS didapatkan bahwa 14-17% wanita postpartum beresiko mengalami postpartum blues. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian postpartum blues di Wilayah Puskesmas Sleman. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan Cross Sectional. Populasi adalah ibu yang melahirkan di Puskesmas Sleman. Teknik pengambilan sampel dengan kuota sampling sebanyak 30 ibu nifas. Pengambilan data dengan kuesioner karakteristik responden EPDS, dan kuesioner dukungan suami dan beban kerja. Analisis data menggunakan chi-square. Hasil penelitian ini diperoleh terdapat hubungan yang signifikan antara variabel Usia dengan p-value = 0,003, Paritas p-value = 0,007, Dukungan Suami p-value = 0,003 dan Beban Kerja p-value = 0,011 terhadap kejadian Postpartum Blues. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada ibu nifas untuk dapat mengenali gejala yang berkaitan dengan postpartum blues
Copyrights © 2025