Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan chatbot telah membawa perubahan signifikan dalam praktik Public Relations (PR). Dalam konteks komunikasi strategis, chatbot tidak lagi sekadar alat bantu layanan pelanggan, melainkan telah menjadi perpanjangan tangan dari fungsi PR itu sendiri, termasuk dalam membangun relasi, menyebarkan informasi, hingga menangani isu krisis. Di sisi lain, kehadiran AI dalam ranah komunikasi juga memunculkan tantangan etis seperti transparansi, kepercayaan, dan potensi manipulasi informasi. Di Indonesia, penggunaan chatbot telah digunakan oleh berbagai institusi mulai dari layanan publik hingga perusahaan swasta. Namun, belum banyak kajian yang secara khusus membahas bagaimana pemanfaatan teknologi ini mempengaruhi praktik PR, serta bagaimana para praktisi mengadaptasinya dari sisi strategi komunikasi dan etika profesi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana AI dan chatbot dimanfaatkan dalam strategi komunikasi organisasi, bagaimana adaptasi dilakukan oleh praktisi PR, serta menelaah isu-isu etika komunikasi yang muncul dalam implementasinya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus pada dua perusahaan besar di Indonesia, yaitu Tokopedia dan Telkomsel. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa chatbot telah menjadi bagian penting dalam membangun interaksi yang cepat dan efisien dengan publik. Praktisi PR menunjukkan adaptasi yang baik terhadap teknologi ini, namun masih dihadapkan pada tantangan etika seperti transparansi dan perlindungan data pribadi. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pedoman etis dalam penggunaan AI untuk memastikan komunikasi yang bertanggung jawab dan membangun kepercayaan publik secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025