Teknik penilian kinerja yang dilaksanakan oleh CV. MJ menggunakan absensi dan subjektifitas pimpinan terhadap attitude dari karyawan. Teknik penilaian kinerja tersebut menimbulkan ketidakpuasan dan ketidakharmonisan antar karyawan, hal ini dikarenakan prestasi tidak menjadi tolak ukur dari penilaian kinerja karyawan. Padahal penilian kinerja selama ini mempunyai implikasi pada pemberian reward karyawan. Penilain kinerja berbasis KPI (Key Performance Indicator) dan kompetensi (perilaku) dirancang untuk membuat dan meningkatkan objektifitas penilaian kinerja serta dirancang untuk program pengembangan dari kompetensi karyawan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode KPI (Key Performance Indicator) dan menggunakan survey serta FGD (Focus Group Discuss) dengan melakukan simulasi di departemen produksi. Berdasarkan hasil survey terhadap karyawan yang dilakukan oleh peneliti pada penelitian ini di dapatkan 95% karyawan lebih memilih dengan sistem penilaian yang berbasis KPI yang dibuat oleh peneliti dengan beragam alasan yakni lebih obyektif untuk mendapatkan reward dari perusahaan.
Copyrights © 2025