Pendahuluan : Menurut WHO Asfiksia neonatorum adalah kegagalan bernafas secara spontan dan teratur segera setelah lahir. Asfiksia neonatorum dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Tujuan : Menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya asfiksia neonatorum di Puskesmas Rawat Inap Banjar Agung Tahun 2018. Metode : Jenis penelitian yang digunakan yaitu analitik dengan desain case control. Pengumpulan data dilakukan terhadap data sekunder. Jumlah sampel sebanyak 92 dengan perbandingan 46 yang asfiksia dan 46 tidak asfiksia. Teknik pengambilan sampel secara simple random sampling. Uji statistik untuk mengetahui hubungan antara variabel independen dan dependen menggunakan Chi-square Hasil : Hasil uji statistik untuk analisis univariat didapatkan proporsi kejadian ketuban pecah dini adalah 38%, proposi kejadian prematuritas adalah 25%, proporsi kejadian paritas ibu beresiko adalah 30,5%, dan proporsi usia ibu beresiko adalah 41,3%. Hasil uji statistik terhadap ketuban pecah dini didapatkan p-value 0,000 ≤α 0,05 dan OR 8,667. Hasil uji statistik terhadap prematuritas didapatkan 0,001 ≤α 0,05 dan OR 7,389. Hasil uji statistik terhadap paritas ibu didapatkan p-value 0,013 ≤α 0,05 dan OR 3,654. Hasil uji statistik terhadap usia ibu didapatkan p-value 0,006 ≤α 0,05 dan OR 3,683. Kesimpulan : terdapat hubungan antara ketuban pecah dini, prematuritas, paritas ibu dan usia ibu dengan kejadian asfiksia neonatorum.
Copyrights © 2023