cover
Contact Name
Rahma Oktavia
Contact Email
rahma@iphorr.com
Phone
-
Journal Mail Official
mail@iphorr.com
Editorial Address
Jl. Raden Imba Kusuma Ratu Gang Durian No.40, Sukadana Ham, 3 Kota Bandar Lampung 5247
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
TMI JOURNAL OF Tropical Medicine Issues
ISSN : 28089227     EISSN : 28088727     DOI : 10.56922
Core Subject : Health,
Jurnal kedokteran hasil penelitian di daerah iklim tropis meliputi kegiatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif pada semua tingkat usia. Penelitian yang diutamakan kejadian yang sedang tren di dunia kedokteran. Begitupun pengobatan alternatif dari sumber alam yang mudah didapatkan didaerah tropis. Terbit 2 kali dalam satu tahun bulan April dan Desember.
Articles 25 Documents
Tingkat kepatuhan minum obat pada penderita penyakit hipertensi di puskesmas Kedaung Wetan Kota Tangerang bulan juni-juli tahun 2021 Nurmalasari, Yesi; Mustofa, Ladyani; Pradana, Mohammad Amin
JOURNAL OF Tropical Medicine Issues Vol. 1 No. 2 (2024): Edition April 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/tmi.v1i2.92

Abstract

Background: Hypertension is one of the not contagious disease that occur as a result of an increase in pressure of blood . Increased pressure of  blood is also influenced by several factors of risk among others include age, sex, family background , obesity , and the levels of salt high . Obedience Treatment is generally defined as the level of behavior in which the patient uses the drug, obeys all rules and advice and is continued by health workers . Noncompliance patient becomes a serious problem that faced the  health professionals . It is caused due to hypertension is a disease that many experienced by people without no symptoms are significant and also the diseases that cause other dangerous disease if not treated immediately . Purpose: To knowing overview level compliance drink drugs in hypertension disease patients. Method: Descriptive and mechanical decision sampling in research this is a non-probability sampling by type of purposive sampling is taking samples of the whole of the number of respondents . Results: Number of samples 50 of 200 population , the level of adherence to drink medicine patients of hypertension obtained dalah category are not obedient ie 25 respondents (50%).    Conclusion: The level of adherence to drink the drug in patients with hypertension in puskesmas Kedaung Wetan city of Tangerang not obedient taking medication . Keywords: Compliance; Hypertension; Patient. Pendahuluan: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang terjadi akibat peningkatan tekanan darah. Peningkatan tekanan darah juga dipengaruhi oleh beberapa faktor risiko antara lain meliputi usia, jenis kelamin, riwayat keluarga, obesitas, dan kadar garam tinggi. Kepatuhan terhadap penggobatan diartikan secara umum sebagai tingkatan perilaku dimana pasien menggunakan obat, menatati semua aturan dan nasihat serta dilanjutkan oleh tenaga kesehatan. Ketidakpatuhan pasien menjadi masalah serius yang dihadapi para tenaga kesehatan profesional. Hal ini disebabkan karena hipertensi merupakan penyakit yang paling banyak dialami oleh masyarakat tanpa ada gejala yang signifikan dan juga merupakan penyakit yang menimbulkan penyakit lain yang berbahaya bila tidak diobati secepatnya. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran tingkat kepatuhan minum obat pada penderita penyakit ipertensi di Puskesmas Kedaung Wetan Kota Tangerang bulan Juni - Juli Tahun 2021. Metode: Penelitian ini deskriptif serta teknik pengambilan sampling dalam penelitian ini adalah non probability sampling dengan jenis Purposive Sampling yaitu pengambilan sampel keseluruhan dari jumlah responden. Hasil: Jumlah sampel 50 dari 200 populasi, tingkat kepatuhan minum obat pasien hipertensi didapatkan dalah katagori tidak patuh yaitu 25 responden (50 %). Simpulan: Tingkat kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di puskesmas Kedaung Wetan Kota Tangerang tidak patuh meminum obat. Kata Kunci: Hipertensi; Kepatuhan; Pasien.
Karakteristik pasien covid-19 yang melakukan hemodialisasi di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung Sandi, Prily Nadila; Purwaningrum, Ratna; Triwahyuni, Tusy; Kriswiastiny, Rina
JOURNAL OF Tropical Medicine Issues Vol. 1 No. 1 (2023): Edition December 2023
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/tmi.v1i1.133

Abstract

Pendahuluan: Coronavirus adalah virus yang menyebabkan suatu penyakit yang dapat menimbulkan gejala ringan bahkan sampai dengan berat. Gejala umum Covid-19 dapat berkembang menjadi gagal ginjal, maka diperlukan terapi pengganti fungsi ginjal yaitu dikenal dengan hemodialisis. Hemodialisis dilakukan 2-3 kali seminggu dengan rentang waktu tiap tindakan adalah 4-5 jam. Tujuan: Untuk mengetahui karakteristik pasien covid-19 yang melakukan hemodialisis di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung. Metode: Jenis penelitian yang digunakan bersifat deskriptif dengan menggunakan pendekatan metode cross sectional dengan teknik total sampling. Hasil: Didapatkan jenis kelamin laki-laki berjumlah 24 (60%) pasien, usia 46-65 tahun berjumlah 21 (52,5%) pasien, pendidikan pada jenjang sarjana berjumlah 12 (30%), dan jenis pekerjaan pada wiraswasta berjumlah 14 (35%). Batuk berjumlah 29 (72,5%), demam berjumlah 26 (65%) sebagai gejala utama yang paling banyak ditemukan. Untuk hasil laboratorium diketahui bahwa hemoglobin normal pada perempuan dan laki-laki, untuk leukosit, basofil, eosinofil, batang, limfosit, monosit, dan trombosit dalam batas normal kecuali segmen mengalami peningkatan berjumlah 26 (65%). Pada D-dimer berjumlah 23 (57,5%), kadar ureum berjumlah 18 (45%), kreatinin serum berjumlah 19 (47,5%), dan CRP Kuantitatif berjumlah 28 (70%) yang mengalami peningkatan. Sedangkan untuk gambaran radiologi didapatkan bronkopneumonia berjumlah 40 (100%) pasien dan frekuensi hemodialisis terbanyak yaitu 2 kali seminggu berjumlah 29 (72,5%) pasien. Simpulan: Untuk pemeriksaan darah lengkap bahwa D- dimer dan segmen mengalami perubahan, kadar ureum dan kreatinin serum mengalami peningkatan, dan begitu pula dengan CRP Kuantitatif yang juga mengalami peningkatan.
Evaluasi pelayanan posbindu penyakit tidak menular selama pandemi covid-19 Handayani, Opsi Okta; Muhani, Nova
JOURNAL OF Tropical Medicine Issues Vol. 1 No. 2 (2024): Edition April 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/tmi.v1i2.135

Abstract

Pendahuluan: Transisi epidemiologi penyebab kematian di dunia 71% disebabkan oleh Penyakit Tidak Menular (PTM) dan 22% oleh penyakit menular. Dari jumlah tersebut, hampir tiga perempat (72,3%) berasal dari penyakit tidak menular seperti penyakit jantung, stroke, dan kanker. Tujuan: evaluasiPosbindu Penyakit Tidak Menular Pelayanan(PTM) pada masa Pandemi Covid-19 di Wilayah Kerja Puskesmas Yosomulyo. Metode: Jenis evaluasi penelitian kualitatif dengan model context, input, process, product (CIPP). Instrumen menggunakan pedoman wawancara. Analisis data dengan triangulasi sumber, metode dan teori. Hasil: Hasil evaluasi masukan dari Posbindu Program Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) di Puskesmas Yosomulyo Kota Metro tahun 2021 terdiri dari upaya sosialisasi yang dilakukan berkoordinasi dengan dinas kesehatan terkait zona penyebaran covid-19, dengan exit dan RT RW sesegera mungkin memberikan pembahasan tentang tempat dan jadwal pelaksanaan posbindu serta pelaksanaan protokol kesehatan. Simpulan: hasil pelaksanaan protokol kesehatan telah dilakukan walaupun tindakan sterilisasi tempat dan peralatan secara berkala tidak timbul dari hasil wawancara dan observasi di lapangan. Jumlah kunjungan yang sebagian besar menyatakan terjadi penurunan jumlah kunjungan, target target yang tidak tercapai terutama untuk target remaja dan bapak-bapak.
Pengaruh pemberian ekstrak daun kelor terhadap produksi asi pada ibu nifas Safarringga, Amilya; Putri, Ratna Dewi
JOURNAL OF Tropical Medicine Issues Vol. 1 No. 1 (2023): Edition December 2023
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/tmi.v1i1.140

Abstract

Pendahuluan: ASI Eksklusif adalah air susu ibu yang diberikan pada enam bulan pertama bayi baru lahir tanpa adanya makanan pendamping lain. Pemberian ASI eksklusif 6 (enam) bulan merupakan investasi terbaik bagi kesehatan dan kecerdasan anak, manfaat pemberian ASI eksklusif sesuai dengan salah satu tujuan dari Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu pada 2030, mengurangi angka kematian ibu hingga di bawah 70 per 100.000 kelahiran hidup. Berdasarkan hasil Prasurvey pada Bulan Januari-Maret di Wilayah Kerja Puskesmas Karang Anyar ibu nifas sebanyak 438 orang. Seangkan berdasarkan hasil prasurvey yang telah peneliti lakukan di BPS Eliana Putriani,Amd,Keb Kec. Jati Agung Kab. Lampung Selatan Tahun 2019 pada Bulan Januari Tahun 2019, terdapat 46 ibu nifas, dimana dari 10 ibu nifas, dimana 6 (60%) ibu nifas tersebut produksi ASI nya tidak lancar, dan 4 (40%) ibu nifas ASI nya lancar. Tujuan: Untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Kelor Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Nifas. Metode: Jenis penelitian kuantitaif desaind Quasy experimental dengan pendekatan two group pretest posttest design. Populasi yaitu seluruh ibu nifas sebanyak 46 orang. Sampel yaitu ibu nifas pada saat dilakukan penelitian yang memenuhi kriteria sampel yaitu sebanyak 30 orang. Teknik pengambilan data dengan menggunakan purpossive sampling. Analisadata yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisa univariat dan bivariat, analisa data bivariat menggunakan uji T-test Independent. Hasil: Hasil penelitian diketahui rata-rata produksi ASI sebelum konsumsi ekstrak daun kelor sebesar 68,33 ml, setelah konsumsi daun kelor sebesar 105,00 ml. pada kelompok kontrol sebelum konsumsi placebo sebesar 68,67 ml setelah konsumsi placebo sebesar 80,00 ml. Simpulan: Ada Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Kelor Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Nifas dengan p-value 0,000 < (0,05). Saran kepada para ibu menyusui tentang upaya meningkatkan produksi ASI melalui konsumsi ekstrak daun kelor, menambah informasi dan pengetahuan serta dapat juga dengan cara mengkonsumsi ekstrak daun kelor sebagai sayur bening, urap sehingga diharapkan dapat meningkatkan pemberian ASI secara eksklusif hingga bayi berusia 6 bulan.
Hubungan pekerjaan dengan angka kejadian kondiloma akuminata Anjani, Dinda Dwi; Silvia, Eka; Effendi, Arif
JOURNAL OF Tropical Medicine Issues Vol. 1 No. 1 (2023): Edition December 2023
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/tmi.v1i1.141

Abstract

Pendahuluan: Infeksi menular seksual (IMS) merupakan salah satu penyebab permasalahan kesehatan, sosial dan ekonomi di banyak negara. Dilaporkan bahwa dalam 35 tahun terakhir prevalensi infeksi Human papilloma virus di dunia terus meningkat. Kekurangan ekonomi, pendidikan yang rendah, ketidaksetaraan ekonomi, dan migrasi serta mobilitas yang didorong oleh ekonomi, semuanya terkait dengan risiko penularan IMS termasuk kondiloma akuminata. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pekerjaan dengan kejadian kondiloma akuminata di poliklinik kulit dan kelamin RSUD Dr. H. Abdoel Moeloek provinsi Lampung periode 2018-2020. Metode penelitian: Menggunakan studi observasi analitik dengan rancangan penelitian cross-sectional. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan pencatatan data pekerjaan responden dan dianalisis menggunakan uji korelasi spearman. Hasil penelitian: Didapatkan 102 responden dengan frekuensi pekerjaan terbanyak ialah pada pekerja swasta yaitu 33 orang (32.4%). Hasil uji korelasi spearman diperoleh p=0,033 (p<0,05) yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara pekerjaan dengan angka kejadian kondiloma akuminata. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pekerjaan dengan angka kejadian kondiloma akuminata di poliklinik kulit dan kelamin RSUD. Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung (p=0,033)
Analisis faktor yang berhubungan dengan kejadian asfiksia neonatorum Putriani, Eliana; Nuryani, Dina Dwi; Evayanti, Yulistiana; Utami, Vida Wira
JOURNAL OF Tropical Medicine Issues Vol. 1 No. 1 (2023): Edition December 2023
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/tmi.v1i1.142

Abstract

Pendahuluan : Menurut WHO Asfiksia neonatorum adalah kegagalan bernafas secara spontan dan teratur segera setelah lahir. Asfiksia neonatorum dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Tujuan : Menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya asfiksia neonatorum di Puskesmas Rawat Inap Banjar Agung Tahun 2018. Metode : Jenis penelitian yang digunakan yaitu analitik dengan desain case control. Pengumpulan data dilakukan terhadap data sekunder. Jumlah sampel sebanyak 92 dengan perbandingan 46 yang asfiksia dan 46 tidak asfiksia. Teknik pengambilan sampel secara simple random sampling. Uji statistik untuk mengetahui hubungan antara variabel independen dan dependen menggunakan Chi-square Hasil : Hasil uji statistik untuk analisis univariat didapatkan proporsi kejadian ketuban pecah dini adalah 38%, proposi kejadian prematuritas adalah 25%, proporsi kejadian paritas ibu beresiko adalah 30,5%, dan proporsi usia ibu beresiko adalah 41,3%. Hasil uji statistik terhadap ketuban pecah dini didapatkan p-value 0,000 ≤α 0,05 dan OR 8,667. Hasil uji statistik terhadap prematuritas didapatkan 0,001 ≤α 0,05 dan OR 7,389. Hasil uji statistik terhadap paritas ibu didapatkan p-value 0,013 ≤α 0,05 dan OR 3,654. Hasil uji statistik terhadap usia ibu didapatkan p-value 0,006 ≤α 0,05 dan OR 3,683. Kesimpulan : terdapat hubungan antara ketuban pecah dini, prematuritas, paritas ibu dan usia ibu dengan kejadian asfiksia neonatorum.
Efektivitas aromaterapi lavender terhadap kualitas tidur penderita hipertensi Oktaviasari, Devi; Hermawan, Dessy
JOURNAL OF Tropical Medicine Issues Vol. 1 No. 1 (2023): Edition December 2023
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/tmi.v1i1.143

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi atau terjadinya peningkatan tekanan darah di atas ambang batas normal adalah isu kesehatan masyarakat yang sangat penting karena tekanan darah di atas normal sebagai penyebab 62% penyakit serebrovaskular dan 49% penyakit jantung. Meningkatnya tekanan darah pada penderita hipertensi dapat dipengaruhi berbagai faktor diantaranya adalah kualitas tidur yang buruk. Salah cara yang dipercaya dapat meningkatkan kualitas tidur penderita hipertensi adalah melalui pemberian aromaterapi lavender. Tujuan: Diketahuinya perbedaan efektivitas aromaterapi lavender terhadap kualitas tidur penderita hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Metro Pusat tahun 2019. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, desain pre experimental rancangan one group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita hipertensi yang berjumlah 481 orang, besar sampel yang diambil sebanyak 16 orang, teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Analisis menggunakan uji paired t-test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor kualitas tidur penderita hipertensi sebelum perlakuan adalah 7,75±2,790 dan setelah perlakuan 5,44±1,711 dengan selisih rata-rata skor kualitas tidur sebesar 2,313±1,138; p-value 0,000 (p<a0,05). Simpulan: Aromaterapi lavender terbukti efektif terhadap kualitas tidur penderita hipertensi. Bagi penderita hipertensi hendaknya dapat melakukan mempergunakan aromaterapi lavender sebagai salah satu terapi yang telah terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas tidur, dengan meningkatnya kualitas tidur diharapkan tekanan darah akan terkontrol atau dalam ambang batas normal
Hubungan antara hipertensi dengan letak dan jenis perdarahan intrakranial spontan pada pemeriksaan ct scan kepala Fatabuana, Anggi Ola; Yunus , Muhamad; Jhonet , Aswan; Fitriyani, Fitriyani
JOURNAL OF Tropical Medicine Issues Vol. 1 No. 2 (2024): Edition April 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/tmi.v1i2.147

Abstract

Pendahuluan: Perdarahan intrakranial spontan merupakan perdarahan atau akumulasi darah dalam rongga intrakranium yang dapat terjadi pada parenkim otak dan pada ruang meninges sekitarnya. Perdarahan intrakranial spontan dapat disebabkan oleh kejadian nontraumatik. Hipertensi adalah faktor resiko yang paling umum atau utama. Tujuan: Untuk Mengetahui hubungan antara hipertensi dengan letak dan jenis perdarahan intrakranial spontan pada pemeriksaan CT Scan kepala di RSUD dr.H.Abdul Moeloek, provinsi lampung tahun 2020 Metode: Desain Penelitian yang digunakan yaitu deskriptif analitik dengan metode cross sectional. Teknik pengambilan sampel dengan metode purposive sampling dan dengan memperhatikan kriteria inklusi dan eksklusi didapatkan sampel sebanyak 124 orang. Analisa menggunakan uji korelasi Spearman’s. Hasil:. Sebagian besar responden mengalami hipertensi derajat 2 sebanyak (56.5%). letak perdarahan intracranial spontan banyak ditemukan pada hemisfer/lobar (38.7%) dan jenis ditemukan pada intraserebral sebanyak (73.47%). Ada hubungan yang signifikan antara hipertensi dengan letak perdarahan intrakranial spontan (p- value=0.011) dan ada hubungan yang signifikan antara hipertensi dengan jenis perdarahan intrakranial spontan (p-value=0.028). Simpulan: Ada hubungan yang signifikan antara hipertensi dengan letak perdarahan intrakranial spontan (p-value=0.011) dan jenis perdarahan intrakranial spontan (p- value=0.028).
Faktor-faktor yang berhubungan dengan persepsi petugas kesehatan yang terpapar Covid-19 meski telah diberikan vaksinasi Yunus, Muhamad; Alfarisi, Ringgo; Reni Setiawati, Octa; Carolina, Wina
JOURNAL OF Tropical Medicine Issues Vol. 1 No. 2 (2024): Edition April 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/tmi.v1i2.223

Abstract

Pendahuluan: Pengembangan vaksinasi covid-19 dilapangan banyak mendapat respon, tiga jenis sikap kelompok masyarakat terhadap vaksinasi, penerima vaksin, kelompok ragu-ragu, dan kelompok penolak vaksin. Keragu-raguan muncul ketika vaksin yang diperkenalkan kefektifan dan potensi keamanannya masih samar, penerima vaksin akan terjadi apabila ada rasa puas tidak tertular, kemudahan mencari layanan dan biaya yang lebih tinggi dari yang diharapkan. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor apa sajakah yang berhubungan dengan persepsi petugas kesehatan yang terpapar covid-19 meski telah di berikan vaksinasi di Puskesmas Padarincang Kecamatan Padarincang Kabupaten Serang Provinsi Banten tahun 2021. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis analitik dan dengan menggunakan mode cross sectional, untuk alat ukur pada penelitian ini menggunakan kuisioner, serta untuk sampel teknik yang digunakan yaitu teknik total quota Sampling. Hasil: Hubungan regresi ganda antara pengetahuan, sikap, sumber informasi dan pengalaman terhadap persepsi tenaga kesehatan tentang vaksinasi Covid-19 di dapat hasil nilai p-value < 0,25 yaitu sumber informasi, sedangkan p-value dengan> 0,25 yaitu pengetahuan, sikap dan pengalaman. Simpulan: Ada  hubungan pengetahuan,  sikap, pengalaman dan sumber informasi dengan persepsi petugas kesehatan yang terpapar Covid-19 meski telah menerima vaksinasi di Puskesmas Padarincang Kecamatan Padarincang Kabupaten Serangtahun 2021.
Pengaruh pemberian rebusan daun sirsak terhadap penurunan kadar asam urat Widia Sari, Melda; Erwin, Tubagus; Kustiani, Ai
JOURNAL OF Tropical Medicine Issues Vol. 1 No. 2 (2024): Edition April 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/tmi.v1i2.243

Abstract

Background: Treatment of gout sufferers can be done in 2 ways, namely pharmacological and non-pharmacological. Pharmacological management is done with NSAID treatment, such as; colchicine and corticosteroids during acute episodes, while non-pharmacological management or traditional medicine can be done by giving traditional medicines, such as giving soursop leaf decoction which can reduce uric acid levels. Purpose: To determine the effect of soursop leaf decoction on reducing uric acid levels. Methods: This type of research is quantitative, quasi-experimental design with a one-group pretest and post-test design approach. The sample in this study were all people who experienced gout in the work area of ​​the Bangun Rejo Health Center, Bangun Rejo District, Central Lampung Regency in July 2022, totaling 36 respondents. In this study the sampling technique used is total sampling Results: The results of statistical tests, T-test obtained p-value 0.000, or p-value <0.05, it can be concluded that giving soursop leaf decoction can reduce uric acid levels. Suggestion: It is hoped that with the results of this study respondents can apply soursop leaf decoction therapy, so that with soursop leaf decoction therapy, uric acid levels can be resolved properly.   Pendahuluan: Pengobatan pada penderita gout dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu farmakologis dan nonfarmakologis. Penatalaksanaan secara farmakologis dilakukan dengan pengobatan OAINS, seperti; kolkisin dan kortikosteroid selama episode akut, sedangkan penatalaksanaan non farmakologi atau pengobatan tradisional yang dapat dilakukan dengan cara pemberian obat tradisional, seperti pemberian rebusan daun sirsak yang dapat menurunkan kadar asam urat. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian rebusan daun sirsak terhadap penurunan kadar asam urat. Metode: Jenis penelitian kuantitatif, rancangan quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretes dan post tes design. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh orang yang mengalami asam urat di wilayah kerja Puskesmas Bangun Rejo Kecamatan Bangun Rejo Kabupaten Lampung Tengah pada bulan Juli 2022 yang berjumlah 36 responden. Dalam penelitian ini teknik sampling yang digunakan adalah total sampling Hasil: Hasil uji statistik, Uji T di dapatkan p-value 0,000, atau p-value < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa pemberian rebusan daun sirsak dapat menurunkan kadar asam urat. Saran: Diharapkan dengan hasil penelitian ini responden dapat menerapkan terapi rebusan daun sirsak, sehingga dengan terapi rebusan daun sirsak maka kadar asam urat dapat teratasi dengan baik.

Page 1 of 3 | Total Record : 25