Hermeneutika merupakan cabang filsafat yang mempelajari seni dan teori penafsiran, terutama terhadap teks-teks suci dan karya sastra. Dalam konteks Barat, hermeneutika berkembang dari kebutuhan untuk memahami teks-teks klasik dan kitab suci, terutama dalam tradisi Kristen, sebagaimana dikembangkan oleh tokoh seperti Friedrich D.E. Schleiermacher yang mengedepankan pemahaman psikologis dan gramatikal terhadap teks. Di sisi lain, dunia Islam juga memiliki tradisi penafsiran yang kaya, namun perkembangan hermeneutika Islam mulai mengambil bentuk lebih sistematis melalui para pemikir kontemporer, salah satunya Aisyah binti Syathi’. Ia menekankan pentingnya memahami kondisi sosial dan historis pengarang serta pembaca dalam proses penafsiran. Jurnal ini mengkaji secara komparatif pengertian, ruang lingkup, dan sejarah hermeneutika dalam dua tradisi besar: Barat dan Islam. Kemudian, dipaparkan secara khusus pemikiran Aisyah binti Syathi’ sebagai tokoh feminis Muslim dalam ranah tafsir, dan pemikiran Schleiermacher sebagai pendiri hermeneutika modern dalam konteks keagamaan. Kajian ini bertujuan untuk memperkaya pendekatan dalam penafsiran Al-Qur’an melalui analisis lintas tradisi dan lintas zaman.
Copyrights © 2025